Tak Sampai 24 Jam, 6 Jenazah di DIY Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19, Ini Rinciannya

Penghantaran dan pemakaman jenazah oleh tim TRC BPBD DIY pada 4 Januari 2021. - Ist/ twitter @TRCBPBDDIY
06 Januari 2021 20:47 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kasus Covid-19 di DIY tak bisa diremehkan. Korban meninggal dunia terus berjatuhan. Bahkan, dalam waktu kurang dari 24 jam, petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan pemakaman dengan prosedur Covid-19 sebanyak enam kali.

Ke-6 tim tersebut melakukan penghantaran dan pemakaman jenazah berturut turut sejak Selasa (5/1/2021) sore pukul 17.44 WIB hingga Rabu (6/1/2021) siang pukul 11.57 WIB.

Baca juga: Masuk Daerah yang Harus Dibatasi, Ini Angka & Data Kasus Covid-19 di Kulonprogo

Jenazah itu berasal dari sejumlah rumah sakit di DIY. Rinciannya, pada Selasa, satu jenazah dari RS JIH diantar ke Krematorium Madurejo, satu jenazah dari RSUD Kota Jogja dimakamkan di makam Kanggotan Pleret Bantul.
 
Dilanjutkan pada Rabu pagi, satu jenazah dari RS Hardjolukito dimakamkan di makam Demangan Pleret Bantul, satu jenazah dari RS Happyland dimakamkan di makam Baciro Kota Jogja, satu jenazah dari RS Ludiro Husada dimakamkan di Makam Bangunrejo Kricak Kota Jogja dan satu jenazah dari RSUD Kota Jogja dimakamkan di makam Krapyak Sewon Bantul.

Setiap kali melakukan penghantaran dan pemakaman jenazah tersebut, petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap, berupa baju hazmat, masker, faceshield hingga kaus tangan.

Dalam foto yang dibagikan oleh akun twitter @TRCBPBDDIY, tampak petugas tersebut harus dibantu orang lain saat memakai APD.

Dalam unggahan sebelumnya di akun tersebut, disebutkan bahwa setelah selesai melakukan penghantaran dan pemakaman, petugas tersebut melakukan sterilisasi di zona dekontaminasi BPBD DIY. Mereka disemprot dengan desinfektan dan selanjutnya mandi subuh bersih badan.

Pada Rabu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 272 penambahan kasus positif Covid-19. Empat kasus dilaporkan meninggal meliputi Kasus 10.666, laki-laki 58 tahun, Gunungkidul; kasus 11.222, laki-laki 71 tahun, Kulonprogo; Kasus 12.375, perempuan 68 tahun, Sleman; Kasus 12.721, laki-laki 52 tahun Gunungkidul.