2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Warga Pules Kidul Donokerto, Kapanewon Turi menanam 100 pohon palm merah, Minggu (17/1). Warga bertekad untuk merintis Pules Kidul sebagai desa wisata. /Harian Jogja- Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN- Warga Pules Kidul Donokerto, Kapanewon Turi menanam 100 pohon palm merah, Minggu (17/1/2021). Pohon tersebut ditanam disepanjang jalan masik dusun. Selain untuk merintis desa wisata, penanaman pohon palm merah digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.
Ketua PKK Pules Kidul Galuh Aida Isnani mengatakan tanamisasi palm merah selain untuk mempercantik dusun tersebut, kegiatan tersebut digelar untuk mengisi kegiatan produktif warga di tengah pandemi Covid-19.
BACA JUGA : Desa Wisata Patuhi Protokol Kesehatan
"Karena sebelumnya pohon banyak yang dipotong khawatir terkena angin kencang, kondisi dusun jadi gersang. Kemudian ibu-ibu mengusulkan ditanami kembali dengan palm merah," katanya di sela kegiatan.
Galuh menjelaskan, penanaman seratus pohon palm merah tersebut akan dibudidayakan oleh warga dilakukan dengan cara mencangkoknya. Sebab ke depan, warga bertekad menjadikan Pules Kidul sebagai destinasi wisata alam.
"Pohon ini mudah perawatan dan budidayanya. Ini sebagai rintisan desa wisata. Kami lakukan secara swadaya dari ks warga untuk membeli palm merah ini," katanya.
Lurah Donokerto Waluyo Jati mengatakan penanaman tersebut selain untuk penghijauan juga untuk pemberdayaan. Sebab jenis palm merah harganya bagus dan mudah dibudidayakan. Di tengah pandemi Covid-19 ini cocok untuk mengisi kegiatan pemberdayaan masyarakat.
"Saat ini yang lagi booming kan tanaman hias. Warga Pules Kidul ini mengusulkan palm merah, ini cocok untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat saat pandemi Covid-19," katanya.
BACA JUGA : Di Bantul, Baru Satu Desa Wisata yang Siap Menerima
Ke depan, kata Jati, Dusun Pules Kidul akan menjadi ikon khusus budidaya palm merah. Ini dilakukan untuk merintis desa wisata. Sementara dusun-dusun lain, akan memiliki ciri khas lain sesuai potensinya masing-masing.
"Potensi wisata di Pules Kidul sangat indah. Kalau tidak mendung, Merapi terlihat di tengah sehingga pemandangannya indah. Di sini juga ada potensi wisata pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan lainnya yang bisa dikembangkan," katanya.
Wakil Ketua DPRD Sleman Sukaptono yang diundang pada kegiatan tersebut mendukung upaya warga Pules Kidul untuk merintis desa wisata. Baik penghijauan, pemberdayaan dan penguatan kapasitas warga.
"Kami akan merespon kegiatan positif warga. Penghijauan ini kan menjadikan dusun ini asri dan menyejukkan. Apalagi ke depan, dusun ini akan dijadikan rintisan desa wisata," katanya.
BACA JUGA : Adaptasi Kebiasaan Baru, 17 Kampung Wisata Siap Jadi
Menurutnya, aksi penghijauan di tengah pandemi Covid-19 tersebut merupakan kegiatan positif yang perlu diapresiasi oleh semua pihak. Hanya saja, kata Kaptono, warga harus tetap memerhatikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan pandemi Covid-19.
"Pandemi Covid kan tetap harus mematuhi protokol kesehatan, jadi pandemi tidak boleh mematikan kegiatan warga. Tetap harus berjalan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Cek jadwal DAMRI Bandara YIA Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima rute menuju Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima keberangkatan dari Jogja dan lima dari Kutoarjo.
Catat jadwal KA Bandara YIA reguler dan Xpress dari Tugu Jogja ke YIA maupun sebaliknya, lengkap dengan waktu keberangkatan.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.