Rintis Desa Wisata, Warga Pules Kidul Tanam 100 Pohon Palm Merah

Warga Pules Kidul Donokerto, Kapanewon Turi menanam 100 pohon palm merah, Minggu (17/1). Warga bertekad untuk merintis Pules Kidul sebagai desa wisata. - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
18 Januari 2021 07:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Warga Pules Kidul Donokerto, Kapanewon Turi menanam 100 pohon palm merah, Minggu (17/1/2021). Pohon tersebut ditanam disepanjang jalan masik dusun. Selain untuk merintis desa wisata, penanaman pohon palm merah digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

Ketua PKK Pules Kidul Galuh Aida Isnani mengatakan tanamisasi palm merah selain untuk mempercantik dusun tersebut, kegiatan tersebut digelar untuk mengisi kegiatan produktif warga di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA : Desa Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

"Karena sebelumnya pohon banyak yang dipotong khawatir terkena angin kencang, kondisi dusun jadi gersang. Kemudian ibu-ibu mengusulkan ditanami kembali dengan palm merah," katanya di sela kegiatan.

Galuh menjelaskan, penanaman seratus pohon palm merah tersebut akan dibudidayakan oleh warga dilakukan dengan cara mencangkoknya. Sebab ke depan, warga bertekad menjadikan Pules Kidul sebagai destinasi wisata alam.

 "Pohon ini mudah perawatan dan budidayanya. Ini sebagai rintisan desa wisata. Kami lakukan secara swadaya dari ks warga untuk membeli palm merah ini," katanya.

Lurah Donokerto Waluyo Jati mengatakan penanaman tersebut selain untuk penghijauan juga untuk pemberdayaan. Sebab jenis palm merah harganya bagus dan mudah dibudidayakan. Di tengah pandemi Covid-19 ini cocok untuk mengisi kegiatan pemberdayaan masyarakat.

"Saat ini yang lagi booming kan tanaman hias. Warga Pules Kidul ini mengusulkan palm merah, ini cocok untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat saat pandemi Covid-19," katanya.

BACA JUGA : Di Bantul, Baru Satu Desa Wisata yang Siap Menerima

Ke depan, kata Jati, Dusun Pules Kidul akan menjadi ikon khusus budidaya palm merah. Ini dilakukan untuk merintis desa wisata. Sementara dusun-dusun lain, akan memiliki ciri khas lain sesuai potensinya masing-masing.

"Potensi wisata di Pules Kidul sangat indah. Kalau tidak mendung, Merapi terlihat di tengah sehingga pemandangannya indah. Di sini juga ada potensi wisata pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan lainnya yang bisa dikembangkan," katanya.

Wakil Ketua DPRD Sleman Sukaptono yang diundang pada kegiatan tersebut mendukung upaya warga Pules Kidul untuk merintis desa wisata. Baik penghijauan, pemberdayaan dan penguatan kapasitas warga.

"Kami akan merespon kegiatan positif warga. Penghijauan ini kan menjadikan dusun ini asri dan menyejukkan. Apalagi ke depan, dusun ini akan dijadikan rintisan desa wisata," katanya.

BACA JUGA : Adaptasi Kebiasaan Baru, 17 Kampung Wisata Siap Jadi 

Menurutnya, aksi penghijauan di tengah pandemi Covid-19 tersebut merupakan kegiatan positif yang perlu diapresiasi oleh semua pihak. Hanya saja, kata Kaptono, warga harus tetap memerhatikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan pandemi Covid-19.

"Pandemi Covid kan tetap harus mematuhi protokol kesehatan, jadi pandemi tidak boleh mematikan kegiatan warga. Tetap harus berjalan," katanya.