Terus Bertambah, Covid-19 di Kulonprogo Kini 1.589 Kasus

Ilustrasi. - Freepik
19 Januari 2021 22:17 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertambah 30 kasus baru, sehingga total mencapai 1.589 orang.

"Tambahan kasus positif COVID-19 di Kulonprogo, Selasa (19/1/2021) sebanyak 30 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulonprogo, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan kasus baru tersebut tersebar di Kecamatan Panjatan 13 orang, Wates sembilan, Girimulyo satu, Nanggulan satu kasus, Pengasih satu, dan Lendah satu orang.

"Tambahan paling banyak ada tenaga kesehatan RSUD Wates yang terkonfirmasi COVID-19, klaster keluarga, dan pelaku perjalanan," katanya.

Selanjutnya, pasien terkonfirmasi COVID-19 yang selesai menjalani isolasi mandiri sebanyak 31 orang, yakni dari Kecamatan Lendah delapan pasien, Sentolo sembilan, Temon 11 dan Galur tiga pasien.

Adapun total kasus di Kulonprogo mencapai 1.589 pasien dengan rincian 59 isolasi rumah sakit, 476 isolasi mandiri, 470 selesai isolasi, 522 sembuh, dan 26 meninggal dunia.

Kemudian, sebaran pasien terkonfirmasi COVID-19 di setiap kecamatan, yakni Wates 237 pasien, Sentolo 213, Pengasih 197, Panjatan 134, Temon 127, Galur 125, Nanggulan 120, Lendah 116, Kokap 110, Kalibawang 98, Samigaluh 68, dan Girimulyo 44 pasien.

"Kasus tertinggi masih ada di Wates, Sentolo, dan Pengasih. Namun peningkatakan kasus paling banyak di Wates, Panjatan, Sentolo dan Nangulan," katanya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan daerahnya mengalami kekurangan ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi COVID-19 yang bergejala, sehingga mereka hanya mendapat perawatan dan pemantauan dari petugas puskesmas.

"Ruang isolasi ini menjadi indikator bahwa banyak pasien terkonfirmasi COVID-19 tidak tertangani dengan baik," katanya.

Ia mengatakan dirinya sudah meminta dinas kesehatan dan rumah sakit rujukan untuk menambah ruang isolasi atau bisa juga membuat rumah sakit darurut. Hal ini menjadi alternatif ketika pasien konfirmasi COVID-19 banyak yang bergelaja.

"Rumah sakit, kapasitasnya sudah maksimal. Seperti RSUD Nyia Ageng Serang, jumlah ruang isolasi juga terbatas, kalau mau menambah jumlah ruangan akan menjadi persoalan baru," katanya.

Sumber : Antara