Perpanjangan PTKM, Sleman Tergantung Pusat

Sejumlah pegawai Pemkab Sleman, awak media dan warga mengikuti pemeriksaan swab antigen dan rapid test di Pendopo Parasamsya, Jumat (22/1 - 2021)
23 Januari 2021 05:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman siap memperpanjang kembali pelaksaan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) jika pemerintah pusat meminta perpanjangan pelaksanaannya. Hal ini seiring terus bertambahnya kasus baru positif Covid-19 di Sleman.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengaku siap melaksanakan keputusan pemerintah pusat jika meminta ada perpanjangan PTKM di Sleman. Pemkab, katanya, Tut Wuri Handayani. "Kalau pemerintah pusat meminta [PTKM] diperpanjang, Sleman perpanjang. Tapi saya berharap tidak diperpanjang," katanya, Jumat (22/1/2021).

Kebijakan PTKM, katanya bertujuan untuk kebaikan bersama dan melalui berbagai pertimbangan. Meski secara rate kasus Covid-19 naik, kata Harda, tanda-tanda penanganan kasus Covid-19 di Sleman terus membaik. Seiring dengan program vaksinasi yang digulirkan pemerintah. "Yang jelas kami akan ikuti ketentuan pemerintah pusat," katanya.

Baca juga: Dalam Sepekan, 19 Kali Awan Panas meluncur dari Merapi

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan dua pekan penerapan PTKM hingga 25 Januari mendatang hasilnya dapat diketahui setelah dua pekan penerapan PTKM. Kasus-kasus baru Covid-19 yang muncul saat ini, merupakan dampak penularan sebelum PTKM. "Bisa jadi akibat libur akhir tahun kemarin, kemudian dinyatakan positif saat ini," ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY, per Jumat (22/1/2021) terdapat penambahan 119 kasus baru positif Covid-19. Secara grafik, jumlah penambahan kasus baru di Sleman sejak penerapan PTKM 11 Januari lalu cukup fluktuatif. Sehari sebelumnya, jumlah kasus positif tercatat 179 kasus (21/1), 90 kasus (20/1/2021), 103 kasus (19/1/2021), 137 kasus (18/1/2021), 71 kasus (17/1/2021), 74 kasus (16/1/2021), 77 kasus (15/1/2021), 90 kasus (14/1/2021), 82 kasus (13/1/2021), 54 kasus (12/1/2021) dan 59 kasus (11/1/2021).

Total, selama 12 hari penerapan PTKM kasus baru Covid-19 terjadi sebanyak 1.135 kasus. Hingga kini, jumlah kasus pasien konfirmasi positif di Sleman sejak Maret 2020 sebanyak 7.237 kasus. Kasus yang ada didominasi pasien tidak bergejala dengan 5.113 kasus dan 2.124 kasus merupakan pasien bergejala. Adapun jumlah kasus sembuh tercatat 5.584 kasus dengan jumlah kasus meninggal sebanyak 137 kasus. "Kasus terbanyak dari hasil tracing kontak erat kasus positif dan pemeriksaan mandiri," katanya.

Tracing Kasus

Sebagai upaya tindak lanjut pencegahan penyebaran Covid-19, Pemkab Sleman menyelenggarakan Swab Antigen dan Rapid Test di Pendopo Parasamsya, Jumat (22/1). Kegiatan tersebut menyasar pegawai instansi Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sleman, Kejaksaan Negeri Sleman, warga dan awak media yang biasa meliput kegiatan Bupati Sleman.

Sekda Sleman Harda Kiswaya menyampaikan tes swab ini dilaksanakan sebagai upaya tracing bagi pegawai Sekda dan awak media setelah Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan dirinya positif Covid-19. Uji swab juga dilakukan untuk tracing pegawai Disdukcapil Sleman.

"Untuk tracing pegawai Setda dan wartawan yang beberapa hari ini kontak dengan Bupati. Termasuk beberapa rekan kami di Disdukcapil, karena ada tiga orang terpapar Covid 19. Oleh karena itu perlu dilakukan tracing," jelas Harda.

Baca juga: Congkel Pintu, Warga Gunungkidul Bawa Kabur Ampli Musala di Kulonprogo

Kegiatan swab antigen dan rapid tes tersebut diikuti 138 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, 8 orang dinyatakan positif terdiri dari 7 orang pegawai Disdukcapil dan 1 orang staf Rumah Dinas Bupati Sleman. Adapun peserta lainnya seperti pegawai Sekda Sleman dan wartawan dinyatakan negatif.

Harda menjelaskan kondisi Bupati Sleman saat ini. Menurutnya, kondisi kesehatan Sri Purnomo baik dan bagus. "Semua hasil tes paru-paru dan semuanya baik, dan itu menunjukkan bahwasannya imun pak Bupati sudah bagus sehingga vaksin sudah mulai bekerja," katanya.

.