Perpanjangan PTKM di Gunungkidul Tunggu Instruksi Gubernur

Ilustrasi aparat dgelar razia aturan pembatasan, Rabu (20/1 - 2021)/Ist
23 Januari 2021 06:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Pusat memutuskan untuk memperpanjang Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) hingga 8 Februari mendatang. Meski demikian, untuk perpanjangan di Gunungkidul, Bupati Gunungkidul Badingah mengaku masih menunggu instruksi gubernur terkait kebijakan tersebut.

“Nanti akan mengikuti ketetapan dari gubernur,” kata Badingah kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Badingah mengakui untuk sekarang belum ada tanda-tanda penurunan kasus positif corona di Gunungkidul. Hal itu dikarenakan jumlah penambahan kasus masih terus fluktuatif setiap harinya. Di sisi lain, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga masih kurang sehingga butuh penegakan agar bisa benar-benar mematuhinya.

Baca juga: Klithih Muncul Lagi! Tak Kenal Sasarannya, Geng Remaja Bacok Warga di Jalan Gambiran

Ia berharap dengan pelaksaaan PTKM ini akan ada penguatan koordinasi antara gugus tugas di tingkat kabupaten, kapanewon hingga kalurahan sehingga upaya penanggulangan bisa dimaksimalkan. Selain itu, Badingah juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan terus menjalankan 3M, yakni memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dengan menjauhi kerumuman. Sedangkan untuk yang ketiga dengan melakukan cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir.

“3M ini harus terus dijalankan karena menjadi salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona,” ujarnya.

Disinggung mengenai dampak penerapan PTKM kepada pelaku usaha, Badingah mengakui dan ikut merasakan. Sebagai seorang pedagang, adanya pembatasan jam operasional memberikan pengaruh. Hanya saja, untuk kebijakan lanjutan, untuk sekarang belum bisa menentukan. “Akan saya koordinasikan terlebih dahulu baru menentukan kebijakannya seperti apa,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, program vaksin di Gunungkidul mundur karena baru terlaksana mulai Februari. Menurut dia, program vaksin menjadi salah satu upaya mencegah penularan corona. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Baca juga: Congkel Pintu, Warga Gunungkidul Bawa Kabur Ampli Musala di Kulonprogo

“Semakin masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, maka potensi penularan jadi semakin besar. jadi, saya minta kepada masyarakat untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol ini,” katanya.