Joko dan Hanung Jalani Rapid Antigen setelah Kontak Erat dengan Halim, Ini Hasilnya

Ilustrasi. - Freepik
26 Januari 2021 09:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Langkah cepat dilakukan oleh Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo, usai Bupati Terpilih Abdul Halim Muslih menyatakan diri positif usai menjalani rapid test antigen dan dan harus menjalani isolasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul,  Jumat malam (22/1/2021).

Hanung bersama wakil bupati Bantul terpilih Joko Budi Purnomo dan Adib (LO Pasangan Halim-Joko) langsung menjalani rapid test antingen dan hasilnya negatif. “Kami menjalani rapid test antigen mandiri di RSUD Panembahan Senopati. Hasilnya semua negatif,” kata Hanung, Senin (25/1).

BACA JUGA : Wabup Halim kemungkinan Digantikan Sekda

Keputusan Hanung untuk menjalani rapid test antigen itu bukan tanpa alasan. Sebab, pada Jumat (22/1), dirinya, Joko dan Adib sempat berbincang santai dengan Halim dalam satu meja sekira setenbah jam, sebelum digelarnya rapat pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih.

“Untuk pejabat lain [sempat berkontak] saya kurang tahu,” ucap Hanung.

Ketua Komisi D, DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko meminta kepada semua pihak yang sempat berkontak erat dengan Halim untuk segera melakukan rapid test antigen. Ini dilakukan agar nantinya tidak muncul klaster baru.

“Kami berharap segera ada kepastian teman-teman (anggota DPRD dan anggota Partai Politik) tidak terpapar,” katanya.

BACA JUGA : Bupati Bantul Terpilih Abdul Halim Muslih Positif Terinfeksi

Bupati Bantul terpilih Abdul Halim Muslih saat ini masih dirawat di RSUD Panembahan Senopati. Halim mengkonfirmasi jika hasil rapid test antigennya positif melalui akun facebook.

Halim bercerita jika dia kehilangan indera perasa dan penciuman sebelum menjalani rapid antigen. Untuk hasil swab PCR, hingga kini, Halim masih menantinya. “Semuanya baik-baik saja. Tak ada demam, tak ada pusing, tak ada sesak nafas,” tulis Halim.

“Jumat malam (22/1) kecurigaan muncul saat nyemprot parfum di baju. Tak ada semerbak bau wangi sama sekali. Lalu saya menuju dapur, cari gula dan garam. Saya cicipi keduanya. Baru kali ini ada gula dan garam rasanya sama saja, sama2 tak berasa,” lanjut Halim.

Alhasil, di malam itu melalui swab antigen Halim terkonfirmasi positip Covid tanpa diketahui dari mana dan kapan virus itu menulari. “Di tempat isolasi dengan treatment beberapa vitamin disertai makan banyak walau agak maksa, alhamdulillah kini daya penginderaan lidah dan hidung saya mulai pulih. Sudah bisa bedakan antara gula dan garam, antara parfum dan remason,” terang Halim.

BACA JUGA : Halim-Joko Belum Bisa Direalisasikan Visi Misi di 2021

“Jadi, Covid itu ya virus biasa saja, tidak 'medeni' seperti sebagian orang menceritakan. Jika terpaksa terpapar, kuncinya: tetap tenang, nggak usah panik, makan banyak, istirahat dan gerak2 badan,” jelasnya.

“Namun jangan ambil resiko. Tetap bermasker di manapun Anda berada, karena penyebaran kini tak lagi melalui droplet dan kontak erat. Waspadalah,” pinta Halim.