Bupati Bantul Terpilih dan Istri Positif Covid-19

Calon Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan istri, Emi Masruroh, melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada Bantul di Dusun Singosaren Wukirsari Bantul, Rabu (9/12/2020). - Youtube Harian Jogja
26 Januari 2021 11:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul memastikan Wakil Bupati sekaligus Bupati Bantul terpilih Abdul Halim Muslih positif Covid-19.

Hal ini didasarkan kepada hasil uji swab yang dilakukan Senin (25/1/2021).

“Hasilnya positif. Istrinya juga positif. Saat ini, ajudannya sedang menjalani tes swab,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa, Selasa (26/1/2021).

Hal sama diungkapkan oleh Sekda Bantul Helmi Jamharis. Helmi menyatakan jika hasil tes swab, menyebutkan Halim positif.

“Kemarin sekitar pukul 14.30 WIB, hasilnya positif,” kata Helmi.

Baca juga: Potensi Bahaya Merapi Mengarah ke Lima Alur Sungai Ini

Atas hasil ini, Helmi menyebut pihaknya langsung bergerak cepat dan langsung melakukan disinfeksk di komplek perkantoran Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Disamping itu, tracing terhadap beberapa orang yang diduga kontak erat telah dilakukan Dinkes Bantul.

"Tracingnya termasuk ke saya,” kata Helmi.

Menurut Helmi, usai tracing akan ada tindak lanjut dengan tes swab kepada mereka yang mendapati keluhan-keluhan bergejala.

"Kategori harus diswab itu hanya untuk yang kontak erat,” ucapnya.

Masih Dirawat

Bupati Bantul terpilih Abdul Halim Muslih saat ini masih dirawat di RSUD Panembahan Senopati. Halim mengkonfirmasi jika hasil rapid test antigennya positif melalui akun facebook.

Halim bercerita jika dia kehilangan indera perasa dan penciuman sebelum menjalani rapid antigen. Untuk hasil swab PCR, hingga kini, Halim masih menantinya.

“Semuanya baik2 saja. Tak ada demam, tak ada pusing, tak ada sesak nafas,” tulis Halim.

“Jumat malam (22/1/2021) kecurigaan muncul saat nyemprot parfum di baju. Tak ada semerbak bau wangi sama sekali. Lalu saya menuju dapur, cari gula dan garam. Saya cicipi keduanya. Baru kali ini ada gula dan garam rasanya sama saja, sama2 tak berasa,” lanjut Halim.

Alhasil, di malam itu melalui swab antigen Halim terkonfirmasi positip Covid tanpa diketahui dari mana dan kapan virus itu menulari.

“Di tempat isolasi dengan treatment beberapa vitamin disertai makan banyak walau agak maksa, alhamdulillah kini daya penginderaan lidah dan hidung saya mulai pulih. Sudah bisa bedakan antara gula dan garam, antara parfum dan remason,” terang Halim.

Baca juga: Di Sleman Ada 1.934 Orang Melanggar Prokes Selama PPKM

“Jadi, Covid itu ya virus biasa saja, tidak 'medeni' seperti sebagian orang menceritakan. Jika terpaksa terpapar, kuncinya: tetap tenang, nggak usah panik, makan banyak, istirahat dan gerak2 badan,” jelasnya.

“Namun jangan ambil resiko. Tetap bermasker di manapun Anda berada, karena penyebaran kini tak lagi melalui droplet dan kontak erat. Waspadalah,” pinta Halim.