Ini Penyebab Banyak Hotel Bermunculan di Pelosok Kampung di Jogja

Ilustrasi. - Freepik
28 Januari 2021 19:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Hotel dengan pengelolaan manajemen secara virtual di Jogja dinilai banyak yang melanggar aturan. Buntutnya, banyak bermunculan hotel baru di perkampungan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja, Oleg Yohan menyatakan Kota Jogja kini sudah penuh hotel. Tempat penginapan itu bermunculan hingga ke pelosok kampung.

Pasalnya kata dia, banyak hotel yang dimanajemeni secara virtual. Hotel manajemen yang dimaksud Oleg merujuk pada penyedia jasa berbasis teknologi perhotelan atau yang lebih dikenal dengan Virtual Hotel Operator (VHO) yang marak di platform digital.

Namun menurut Oleg banyak VHO yang menyalahi aturan. "Notebene sebenarnya mereka itu ada banyak yang menyalahi peruntukannya. Peruntukannya misalnya difungsikannya hotel tapi perizinannya rumah," terang Oleg. Kamis (28/1/2021).

BACA JUGA: Diduga Melanggar Instruksi Bupati, Pemkab Bantul Bidik Warung Sate Klathak

Praktik ini menurut Oleg membuat VHO sampai masuk ke kampung-kampung. Tapi saat diperiksa IMB-nya ternyata perizinannya rumah bukan hotel. "Hanya saja ada model-model baru, kalau enggak salah yang saya tahu itu ketika rumah itu disewa sekian tahun lantas pihak VHO yang mengelola. Sedangkan yang punya rumah sudah dapat uang sewanya. Tetapi terkait urusannya perizinan dan lain sebagainya tidak memenuhi syarat tersebut," tuturnya.

Keberadaan VHO yang tidak memenuhi syarat dapat merugikan penyedia jasa akomodasi legal seperti hotel yang tergabung dalam PHRI. Pasalnya VHO menawarkan promosi dengan harga yang gila-gilaan menurut Oleg. "Merugikan pariwisata, pajak mereka enggak bayar juga. Itu juga yang sekarang akan kami bikin kaitannya dengan perda menyangkut e-tax," jelasnya.