Dua Pelaku Klithih di Jalan Kaliurang Ditangkap Warga

Sebuah alat pemukul dan pisau lipat milik pelaku kejahatan jalanan di Jalan Kaliurang Km 7,8 Banteng, Sinduharjo, Ngaglik Sleman pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari. - Ist/ dok Polsek Ngaglik
02 Februari 2021 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Dua pemuda terpaksa harus berurusan dengan jajaran Satreskrim Polsek Ngaglik. Keduanya ditangkap lantaran diduga berusaha untuk melukai korbannya dengan menggunakan senjata pemukul saat melintas di Jalan Kaliurang Km 7,8 Banteng, Sinduharjo, Ngaglik Sleman pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik AKP Budi Karyanto mengatakan jika dua orang yang terpaksa harus ditahan dibalik jeruji besi Mapolsek Ngaglik di antaranya, JS, 32, warga Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Selanjutnya, DHJ, 33, warga Margorejo, Tempel, Sleman.

"Kejadian (diduga kejahatan jalanan) terjadi di depan Telkom Jalan Kaliurang Km 7,8 Banteng, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari," ujar Budi saat dikonfirmasi pada Senin (1/2/2021).

Baca juga: Demi Ternak, Pengungsi Merapi Memilih Pulang

Kronologi penangkapan JS dan DHJ sendiri bermula saat korban yakni Handoko Tri Hantara, 19, warga desa Trimulyo, Sleman, Sleman, dan Dhimas Aji Yudha Pamungkas, 18, warga Candibinangun, Pakem, Sleman, tengah mengawal gerobak sapi dari Malioboro.

"Sesampainya di depan di depan Telkom Jalan Kaliurang Km 7,8 Banteng, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, keduanya didatangi oleh pelaku yang menggunakan sebuah sepeda motor merek Yamaha Vixion secara berboncengan," ungkapnya.

Kedua pelaku langsung turun dari motor. Pelaku satu mengambil sebuah alat pemukul milik security Telkom. Sedangkan, pelaku lainnya mengambil sebuah batu. Sontak, kedua korban panik dan berteriak klithih. Kebetulan, teriakan keduanya didengar oleh warga setempat.

Baca juga: Dukung Tugas, Prajurit Kodam IV/Diponegoro Diberi Pelatihan Komunikasi Efektif

"Kedua pelaku akhirnya tak berkutik karena warga sekitar langsung mengamankan keduanya. Saat dilakukan penggeledahan oleh anggota, ditemukan sebuah pisau lipat dari salah satu pelaku yang menjadi joki," sambung Budi.

Keduanya langsung digiring ke Mapolsek Ngaglik. Saat diamankan, tiga barang bukti turut dibawa polisi. Di antaranya, sebilah pisau lipat dan sebuah alat pemukul. Terakhir, sebuah sepeda motor Yamaha Vixion turut disita.

Saat dimintai keterangan lanjutan, kedua pelaku mengaku jika sebelumnya mereka sempat dipepet oleh sebuah mobil. Tak terima dipepet, akhirnya korban ingin melakukan aksi balas dendam. Pisau lipat juga diakui pelaku dibawa hanya untuk berjaga-jaga.

"Pengakuan dari kedua pelaku berniat mencari orang yang sudah cari gara-gara atau bisa juga karangan dari kedua pelaku," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Ngaglik Kompol Tri Adie Hari Sulistia mengatakan jika kedua pelaku masih dalam tahapan pemeriksaan oleh polisi. "Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan secara intensif,” pungkasnya.