Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Edukasi kepada pelaku usaha di saat penerapan PTKM. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) harus didukung semua pihak, termasuk dari pemerintah tingkat kelurahan, masyarakat dan pelaku usaha. Upaya ini salah satunya dilakukan di Kelurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja.
Lurah Suryodiningratan Kota Jogja, Rian Wulandari, menuturkan di wilayahnya, sejumlah upaya dilakukan untuk memastikan seluruh elemen masyarakat mematuhi poin-poin dalam PTKM, dengan melibatkan Babinsa dan babinkamtibmas.
BACA JUGA : Banyak Pelanggaran Selama PTKM, Forpi Jogja Desak Aparat Lebih Tegas
“Pertama, kami sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari pelaku usaha, RT RW,PKK dan karang taruna . kedua, melaksanakan monitoring secara berkala dengan melibatkan unsur linmas dan BKO [Bawah kendali Operasi] dengan didampingi bapak mantri pamong praja,” ujarnya, Senin (1/2/2021).
Monitoring dilakukan dengan mendatangi pelaku pelaku usaha khususnya rumah makan dan penyedia jasa kuliner. Para pelaku usaha ini akan diberikan sosialisasi kemudian dipasangi pamflet imbauan di lokasi usaha mereka. “Selain pelaku usaha kita juga edukasi kepada pelanggan yang seringkali enggan beranjak ketika jam sudah masuk pada waktu PTKM [20.00 WIB],” katanya.
BACA JUGA : Ratusan Pelanggaran Terjadi Selama PTKM di Sleman, Terbanyak Tak Pakai Masker
Ketiga, melibatkan Karang Taruna untuk memberikan edukasi lewat sosial media baik facebook, Instagram, whatsapp group dan sebagainya. Keempat, memberi edukasi dengan tindakan nyata dengan merapikan kursi pada pelaku usaha saat sudah pukul 20.00 WIB.
“Tak jemu menghimbau untuk membatasi jumlah kursi yg disediakan sesuai ketentuan [25% dari total kapasitas]. Mendorong pelaku usaha untuk juga mendorong pelanggan take away,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.