Dua Pekan Terakhir, 6 Pasien Covid-19 di DIY Meninggal Setiap Harinya

Rapat evaluasi PTKM di DPRD DIY, Kamis (4/2/2021) sore. - Harian Jogja/Sunartono.
05 Februari 2021 05:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak enam pasien Covid-19 meninggal dunia dalam sehari selama dua pekan terakhir. Sedangkan rata-rata angka positif Covid-19 tercatat 232 kasus per harinya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DIY Trisno Agung Wibowo menjelaskan setiap dua pekan sekali pihaknya menggunakan angka harian untuk memprediksikan kondisi Covid-19 ke depannya. Melalui data tersebut bisa diperkirakan, apakah dengan penambahan waktu ke depan, kasus akan turun atau justru naik.

Ia mengatakan angka kematian pasien Covid-19 di angka 6 + 0,7 tetapi angka konstan yang ditentukan adalah 6, artinya setiap hari rata-rata ada enam pasien Covid-19 di DIY yang meninggal dunia. Melalui angka 6 + 0,7 itu pula diprediksikan ke depan setiap hari bisa bertambah satu angka kematian.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sleman Diklaim Turun setelah Kebijakan Pembatasan

“Kalau angka kematian 6 plus 0,7 berarti diprediksikan [ke depan] setiap hari bisa tambah satu. Tetapi angka konstannya 6 setiap hari selama dua pekan terakhir. Dua pekan lagi dihitung lagi,” katanya usai pelaksanaan Rapat Evaluasi PTKM di DPRD DIY, Kamis (4/2/2021).

“Angka kematian rata-rata terkecil enam, dengan probabilitas [kemungkinan atau prediksi] penambahan [angka kematian] satu [kasus],” katanya lagi.

Pria yang juga ahli epidemiologi ini menambahkan untuk angka kasus positif dihasilkan persamaan garis 232 + 4 selama dua pekan terakhir. Artinya selama dua pekan terakhir ini rata-rata kasus positif Covid-19 di DIY ada 232 kasus, kemudian diprediksikan ke depan bisa mengalami peningkatan empat kasus per harinya.

Baca juga: Stasiun KA Jogja Pasang 5 Unit GeNose untuk Periksa Penumpang

“Kemarin dua pekan terakhir sampai hari ini mencoba persamaan garisnya itu 232 plus 4, artinya diprediksikan per hari itu bisa tambah empat orang begitu dari nilai konstanta 232. Artinya selama dua pekan 232 kasus positif ini jadi angka konstan minimal sekian itu, ditambah empat per hari,” ucapnya.

Trisno mengaku angka tersebut secara statistik memang tidak bermakna. Peningkatan tersebut dengan jumlah penduduk yang ada di DIY saat ini belum bermakna secara statistik. Mengingat tingkat kesalahan sekitar 5% atau angka tersebut tidak selamanya benar.

“Kami pasang alfa 0,05 angka tadi secara statistik tidak bermakna, tetapi jangan sampai masyarakat menyepelekan,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD DIY Danang Wahyu Broto menyatakan dengan tinggi kasus Covid-19 di DIY sebaiknya selter di wilayah DIY perlu ditambah. Tujuannya agar pasien Covid-19 bisa terlayani dengan baik dan bisa dipantau secara langsung oleh petugas medis. Jika memungkinkan, ia menyarankan perlunya memanfaatkan Hotel Mutiara yang telah dibeli Pemda DIY untuk dipakai sebagai selter Covid-19. “Karena melihat paparan proyeksinya kalau terjadi peningkatan maka harus diantisipasi. Kalau perlu Hotel Mutiara yang belum terpakai bisa dimanfaatkan untuk selter Covid-19,” katanya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji akan mempertimbangkan usulan penggunaan Hotel Mutiara milik Pemda DIY sebagai selter Covid-19. Saat ini kabupaten dan kota sudah banyak yang menyiapkan selter melalui koordinasi dengan Pemda DIY. Selter itu dengan memanfaatkan sejumlah Gedung milik pemerintah yang berada di wilayah. “Meski pun selter itu didirikan kabupaten kota, tetapi Pemda DIY tetap memberikan dukungan, misalnya dengan memberikan bantuan vitamin atau bentuk lainnya,” ucapnya.