Pieter Huistra Bicara Rivalitas PSS-PSIM: Sepak Bola Itu Indah
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Kasat Reskrim Polresta Jogjakarta, AKP Riko Sanjaya (tengah) menunjukan bukti senjata tajam yang digunakan pelaku penganiayaan dan pengrusakan./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah remaja yang tergabung dalam geng sekolah Vascal dibekuk Satreskrim Polresta karena diduga menganiaya orang lain dan merusak sepeda motor.
Pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (3/1/2021). Kasat Reskrim Polresta Jogjakarta AKP Riko Sanjaya mengatakan pada Selasa (2/1/2021) sekitar pukul 21.00 WIB korban bersama dengan empat orang temannya menengok salah satu kakak teman korban di Sewon, Bantul. Korban bersama rekan-rekannya pulang sekitar pukul 04.00 WIB ke rumahnya masing-masing di Sleman melintasi rute Jl. Parangrtritis.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Tutup 3 Pasar Muamalah yang Gunakan Dirham & Dinar, Ini Lokasinya
Saat melintas di depan Warung Seafood 99 Jl. Parangtritis (Paris) Km. 3, Kemantren Mantrijeron, rombongan korban berpapasan dengan rombongan pelaku yang tergabung dalam Geng Vascal dan berjumlah 10 orang yang mengendarai lima sepeda motor. "Rombongan pelaku mengira bahwa rombongan korban adalah rombongan dari Feng Stepiro. Rombongan pelaku langsung menghadang rombongan korban," kata AKP Riko, Jumat (5/2/2021).
“Karena dikejar, kemudian rombongan korban lari, saat berada di depan rumah makan Seafood 88 Jl. Parangtritis Km. 3 Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja salah satu korban ini turun meninggalkan motornya, bermaksud menghindar dari kejaran pelaku. Kemudian dua korban merasakan terkena lemparan dari gir senjata tajam yang digunakan pelaku. Setelah korban berhasil menghindar, motor yang tertinggal dirusak oleh para pelaku," terang Riko.
Satu korban mendapat hantaman gir di bagian dada dan satu korban lainnya mendapat lemparan gir di bagian kaki. Keduanya dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian.
BACA JUGA: Larangan Wajib Berjilbab di Sekolah Negeri, Ini Aturan di SMA 1 Jogja
Riko mengatakan Geng Vascal sebelumnya mendapat pesan Whatsapp dari orang yang mengaku anggota Genk Stepiro yang mengajak tawuran di Perempatan Ringroad Wojo Sewon Bantul sampai dengan Ring Road UMY pukul 03.00 WIB.
Enam remaja yang ditangkap meliputi EKJ, 16; AY, 15; YP, 17; IA,16; MSA, 16; dan MZ. “Enam anak yang berhadapan dengan hukum tersebut diduga sijerat pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (2) Undang-undang Perlindungan Anak No. 35/2014 atau Pasal 170 KUHP Jo Pasal 351 KUHP Jo Pasal 406 KUHP,” ucap Riko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Laba KB Bank menyusut 95,12% menjadi Rp19,02 miliar pada semester I/2026, meski pendapatan bunga bersih tumbuh 36,57%.
Nelayan Pati Haryanto ditemukan meninggal di Pantai Dukuh Widengan setelah empat hari hilang saat berusaha menolong rekannya yang tenggelam.
Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani karhutla. Hotspot terdeteksi 1.323 titik hingga 19 September 2026.
Pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota menyebut kunjungan pembeli turun hingga 50% setelah MBG berjalan dan berdampak pada penjualan makanan.
Populasi lansia Jepang mencapai rekor 29,6 persen atau 36,24 juta jiwa, tertinggi di antara negara berpenduduk lebih dari 40 juta.