Siapkan Rp4,5 Miliar, Sleman Segera Operasikan RS Lapangan

Ilustrasi. - Reuters
09 Februari 2021 10:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kabupaten Sleman segera mengoperasikan RS Lapangan Covid-19 pada bulan ini. Operasional rumah sakit untuk pasien persalinan dan penyintas Covid-19 di ini tinggal menunggu penilaian tim appraisal.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan RS Lapangan Covid-19 Sleman tersebut dibangun dengan menyewa sebuah gedung yang sebelumnya digunakan sebagai klinik kesehatan. Dikarenakan menerapkan sistem sewa, maka penentuan harganya juga melibatkan tim appraisal.

BACA JUGA : Operasional RS Lapangan Khusus Covid-19 di Sleman Masih

"Ini dilakukan agar perkiraan harga yang dipatok sesuai dengan harga yang wajar. Saya sudah tugaskan BKAD untuk secepatnya menyelesaikan appraisal," kata Harda, Senin (8/2/2021).

Jika tugas tim appraisal selesai, katanya  maka bulan ini RS tersebut dapat beroperasi. Pemkab, lanjut Harda, juga akan melakukan evaluasi terkait rencana anggaran. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan ketepatan anggaran yang digunakan.

"Kalau untuk dananya, kami siap. Sewa setahun agar pertanggungjawabannya mudah. Ini untuk kepentingan masyarakat. Soal kapan akan beroperasi, ya saya harap secepatnya bulan ini," ujar Harda.

BACA JUGA : Lonjakan Pasien Covid-19, Dinkes Sleman Bersiap bangun 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan, pengadaan RS lapangan ditaksir butuh anggaran sekitar Rp4,5 miliar. Rinciannya, Rp1 miliar untuk renovasi dan Rp3,5 miliar untuk belanja operasional selama enam bulan pertama.

Rencana ada 20 bed yang disiapkan terdiri dari 10 bed diperuntukkan ibu melahirkan dengan kasus Covid-19, dan separo sisanya bagi pasien umum Covid-19.

Sukarelawan

"Kalau berkaca dari pengalaman membuka selter Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, banyak yang tertarik mendaftar sebagai sukarelawan. Mereka yang tidak masuk dalam seleksi kemarin akan kami hubungi lagi," katanya.

Dari segi bangunan, kata Joko, bekas klinik tersebut masih memadai. Hanya saja, beberapa bagian perlu diperbaiki dan peralatan yang ada perlu diperbarui. Untuk tenaga SDM, Joko optimisris bisa terpenuhi. Sebab SDM di rumah sakit ini juga akan didukung oleh kalangan relawan. Rumah sakit lapangan tersebut akan beroperasi selama masa tanggap darurat Covid-19.

BACA JUGA : Dinkes Sleman dan RS Intermediate Bahas Soal Bed

Bila pandemi dinyatakan sudah berakhir, klinik akan dikembalikan kepada pemilik swasta sementara investasi aset barang akan ditarik kembali oleh Pemkab. "Paling tidak, pihak swasta sudah diuntungkan karena sarana menjadi layak lagi dan pasarnya terbentuk lagi," ujar Joko.