Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Dana Keistimewaan (Danais) bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu upaya pengentasan kemiskinan di DIY.
Kepala Paniradya Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Eko Nugroho mengatakan pada prinsipnya danais bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat kurang mampu.
Hanya saja bentuknya bukan berupa uang segar seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), melainkan program pelatihan dan bantuan berwujud fisik kepada pelaku UMKM.
"Bisa itu, seperti misalnya di Putat, Gunungkidul, di sana kan sudah jadi desa mandiri budaya, dan sudah dapat alokasi Danais sebesar Rp1 miliar, yang beberapa di antaranya digunakan untuk memfasilitasi rumah bisnis UMKM, pelatihan usaha ekonomi produktif seperti batik dan sablon hingga promosi wisata setempat," ujar Aris, kepada Harianjogja.com, Selasa (16/2/2021).
Baca juga: Mendes Abdul Halim Sebut Dana Desa Jadi Faktor Menahan Kemiskinan
Selain di Putat, contoh lainnya lanjut Aris juga bisa ditemui di Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo. Di sana danais dimanfaatkan untuk membantu para peternak kambing PE dalam rangka mengembangkan usaha. "Di Pagerharjo juga ada, bantuannya itu langsung kambing," ucapnya.
Di samping itu alokasi dana juga bisa digunakan untuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) padat karya istimewa yang diampu langsung oleh Dinas Tenaga Kerja di daerah. BKK ini biasanya digunakan untuk menggelar pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM.
Baca juga: Pakai Korset untuk Sembunyikan Barang, Pengamen Curi Pakaian Bermerek hingga Jutaan di Sleman
"Kegiatan ini mengarah pada upaya pemulihan ekonomi," jelasnya.
Namun, untuk saat ini kata Aris alokasi Danais untuk program pengentasan kemiskinan porsinya masih kecil. Sebagai gambaran, danais DIY 2021 sebesar Rp1,32 triliun, yang dialokasikan untuk kebudayaan sekitar Rp 776 miliar, tata ruang Rp 483 miliar, kemudian untuk kelembagaan sekitar Rp35 miliar dan sisanya diperuntukkan bagi pertanahan.
"Ya bisa dikatakan kalau yang fisik memang paling besar, selanjutnya baru program-program pelatihan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.