Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Wakil Bupati Sleman Periode 2016-2021, Sri Muslimatun. /Ist
Harianjogja.com, SLEMAN- Penerapan Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) untuk ketiga kalinya di wilayah Sleman, diharapkan dapat terus menurunkan penyebaran Covid-19. Tidak kalah pentingnya, setelah PTKM berakhir, kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) semakin meningkat.
Wakil Bupati Sleman Periode 2016-2021, Sri Muslimatun mengatakan sejak penerapan PTKM 11 Januari lalu petugas terus mementau penerapan Prokes di masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat. Petugas masih menemukan banyak pelanggaran sehingga perlu adanya kesadaran dari masyarakat agar disiplin menerapkan Prokes.
"Setelah PTKM nanti saya berharap penerapan Prokes di masyarakat tumbuh dengan kesadaran sendiri dan tanpa paksaan. Bukan karena ada petugas kemudian memakai masker. Harus sadar kalau penerapan Prokes ini upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Muslimatun saat pertemuan terbatas dengan Paguyuban Wartawan Peliput Sleman, Selasa (16/2/2021).
Baca juga: Update Covid-19 Terbaru: Kematian Pasien Paling Banyak Ada di Jateng
Saat ini, katanya, pemerintah masih terus menyelesaikan program vaksinasi di masyarakat. Tahap awal pemberian vaksin dilakukan bagi para tenaga kesehatan. Hal ini bertujuan agar para SDM Kesehatan yang menangani pasien Covid-19 tidak ikut terpapar virus Corona. "Kalau SDM Kesehatan sudah divaksin, maka ia akan tenang dan tidak ada kekhawatiran lagi saat merawat pasien Covid-19," katanya.
Tahap kedua nanti akan diberikan kepada kelompok masyarakat dengan tingkat interaksi serta mobilitas tinggi sehingga rentan tertular Covid-19. Seperti Lansia, Tenaga pendidik (guru dan dosen), Pedagang pasar, Tokoh agama, Wakil rakyat, Pejabat negara, Pegawai pemerintah, Petugas keamanan, Pelayanan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, dan pemadam kebakaran), Petugas transportasi, Wartawan dan pekerja media, sektor pariwisata.
Baca juga: Arab Saudi Tutup Akses, Kemenag Akan Evaluasi Kebijakan Umrah
Lansia, kata Muslimatun, awalnya tidak termasuk yang divaksin. Namun belakangan pemerintah kemudian mengubah kebijakan jika lansia termasuk yang divaksin pada tahap kedua. "Tahap kedua ini selain pelayanan juga para penggerak ekonomi. Para pedagang di pasar-pasar tradisional ini juga bagian dari penggerak ekonomi. Termasuk pelaku wisata. Mereka perlu segera mendapatkan vaksin," kata Muslimatun.
Usai mengabdi sebagai Wakil Bupati, Muslimatun mengaku tetap akan mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat. Khususnya dengan bidang yang selama ini ia geluti di bidang kesehatan. "Saya akan kembali ke RS Sakinah Idaman, baik sebagai praktisi kesehatan maupun akademisi. Kalau dunia politik ya tetap juga saya jalankan, karena itu juga menjadi pilihan hidup yang saya jalani," kata Muslimatun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
MK menggelar sidang pengucapan putusan atau ketetapan 17 perkara pada Jumat pukul 14.00 WIB, termasuk uji KUHP dan UU Polri.
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Studi Formasi Nanggulan di Kulonprogo mengungkap keunikan batuan endapan badai purba yang menarik untuk terus diteliti.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
Iran menyatakan ekspor minyak tetap berjalan meski diblokade AS. Teheran juga memulihkan 40% kapasitas produksi South Pars.