Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Petugas pemadam kebakaran Sleman memperlihatkan salah satu ular hasil evakuasi, Selasa (16/2/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Musim hujan membuat ular lebih sering masuk ke lingkungan permukiman. Setidaknya dalam dua bulan terakhir, petugas pemadam kebakaran di Sleman telah mengevakuasi tak kurang dari 17 ular dari berbagai jenis, termasuk kobra.
Kasi Operasional dan Investigasi Kebakaran Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman, Suwandi, menuturkan evakuasi ular merupakan tindak lanjut dari laporan warga. “Ada yang masuk rumah, ada yang di pekarangan,” ujarnya, Rabu (17/2/2021).
BACA JUGA: Puluhan Pohon di Bantul Tumbang karena Angin, Timpa Rumah & Tutup Jalan
Beberapa jenis ular yang dievakuasi meliputi kobra, sawa kembang, sawa bajing, dan sanca. Dari berbagai jenis ini, sanca menjadi yang paling banyak. Ular terbesar yakni sawa kembang yang dievakuasi pada Selasa (16/2/2021) di daerah Depok, dengan panjang mencapai 3 meter.
Laporan ular masuk rumah, kata dia, kebanyakan dari Sleman wilayah timur seperti Depok, Ngemplak, Kalasan dan Mlati. Setelah dievakuasi, ular dibawa ke kantor dan akan diambil oleh sukarelawan pencinta satwa. “Tidak ada korban, belum ada yang tergigit,” katanya.
Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat, menuturkan pada musim hujan, ular lebih sering masuk di permukiman warga lantaran lubang ular terisi air yang menyebabkan ular pergi mencari tempat hangat. “Lokasi hangat ya ada di rumah,” katanya.
Lokasi penemuan ular yang kebanyakan berada di wilayah timur Sleman yang justru lebih banyak permukiman dibanding sisi barat, menurutnya karena dengan pertumbuhan permukiman, habitat ular jadi tergeser.
BACA JUGA: Diawali Dentuman, Belasan Sumur Warga Klaten Ambles
“Ular yang biasanya cari makan di sungai atau sawah dia tidak bisa makan karena sudah dibangun banyak permukiman. Otomatis ular cari tempat hangat di sekitar penduduk. Kalau area masih banyak sawah, sungai, kebun, mereka aman-aman saja,” ungkapnya.
Jika ular sudah masuk rumah dan tidak berani keluar sendiri, ia menyarankan untuk segera melapor ke snake rescue atau pemadam kebakaran. Selama musim hujan, pihaknya juga cukup banyak mengevakuasi ular.
Untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah, ia menyarankan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan rumah termasuk rajin mengepel lantai. “Garam tidak ngefek karena ular bersisik. Garam hanya membunuh cacing dan lintah,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.
General Motors menghentikan penjualan mobil baru Chevrolet di China setelah 21 tahun. Meski demikian, produksi tetap berlanjut untuk memenuhi pasar ekspor globa