Lahar Hujan Merapi Mengalir di Kali Boyong, Hampir Penuhi BOD VII

Penampakan salah satu sungai di sekitar Gunung Merapi, dalam pemantauan dari udara BPPTKG dan BPBD DIY, Kamis (26/11 - 2020)./Ist Humas Pemda\\r\\n
17 Februari 2021 18:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Hujan deras di sekitar Gunung Merapi pada Selasa (16/2/2021) sore menyebabkan munculnya lahar hujan di Sungai Boyong. Lahar hujan mencapai Boyong Over Dam (BOD) VII atau di sekitar Turgo, namun belum membahayakan permukiman warga.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Lelono, menuturkan lahar hujan hampir memenuhi BOD VII, namun belum sampai meluap ke BOD VI. “Dari puncak sampai Turgo sekitar 5,5-6 km,” katanya, Rabu (17/2/2021).

Lahar hujan ini belum membahayakan permukiman warga lantaran tebing di BOD VII cukup tinggi yakni 100 meter baik di sisi utara yang merupakan tebing Turgo dan di sisi timur yang merupakan tebing Kaliurang. Tebing yang masih tinggi juga ada di BOD VI, yang berjarak 7-8 km dari puncak.

Adapun karakter material lahar hujan di sungai Boyong ini masih berupa pasir dan kerikil atau material halus. Hal ini berbeda dengan erupsi Gunung Merapi 2010 dimana material lahar hujan berupa batuan yang cukup besar. “Yang sekarang belum ada material besar,” ungkapnya.

Ia memastikan sejumlah Early Warning System (EWS) yang dipasang di sungai Boyong semuanya berfungsi dengan baik. Sementara EWS yang berada di sungai Krasak yang hanya satu jumlahnya, ambruk lantaran tertimpa pohon.

BACA JUGA: Baleg DPR Tunggu Keputusan Bamus soal Prolegnas Sebelum Revisi UU ITE

EWS di sungai Krasak berlokasi di Kembang Mardikorejo. Saat ini pihaknya tengah mengajukan anggaran Rp50 juta dari Belanja tak Terduga (BTT) untuk memindahkan EWS tersebut ke Watupurbo. “Sekalian untuk keperluan wisata, kalau DAM banjir dari atas, kami bisa beri peringatan sebelum terjadi,” katanya.

Hujan juga terjadi di sekitar Gunung Merapi pada Rabu (17/2/2021) pukul 11.28 WIB. Namun sampai sore, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan belum teramati adanya lahar hujan.

Sebelumnya, Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, melaporkan di hulu Sungai Boyong dan Krasak terdapat endapan awan panas sebesar 262.000 meter kubik. “Masyarakat dan pemerintah agar mengantisipasi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” ujarnya.