Flori Kultur Bakal Jadi Alternatif Wisata di Jogja, Begini Gambarannya

Ilustrasi tanaman hias. - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
19 Februari 2021 21:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja merencanangkan untuk membuat kawasan flori kultur di wilayah Bener, Tegalrejo, Jogja. Wahana Flori kultur yang akan dibangun merupakan perpaduan tanaman hias untuk mendongkrak wisata di Jogja bagian utara dan barat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jogja, Suyana mengatakan wahana flori kultur rencananya akan menempati lahan sekitar dua hektare di Bener, Tegalrejo, yang lokasinya tepat berada di konplek rumah susun sewa sederhana. Kawasan tersebut saat ini ditanami padi. “Kami ajukan diri menjadi wahana flori kultur,” kata Suyana, Jumat (19/2/2021)

Menurut dia, pembangunan flori kultur bukan dimaksudkan untuk mengalihkan lahan persawahan yang sudah ada melainkan mengembangkan menjadi lebih produktif. Apalagi Jogja merupakan kota wisata sehingga perlu ada ungkitan baru yang kelak bisa memberdayakan masyarakat tanpa meninggalkan akar budaya yang ada sesuai arahan dari Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi.

Saat ini lahan sawah tersebut belum terlalu produktif untuk Jogja, “Sehingga butuh daya ungkit baru untuk kawasan wisata,” kata Suyana. Dinas Pertanian dan Pangan Jogja sudah memiliki lahan pertanian di Giwangan yang digunakan untuk budi daya pisang. Lahan tersebut tetap dipertahankan untuk tanaman pangan.

BACA JUGA: Update Covid-19 DIY: Bantul Dominasi Kasus Baru

Berbeda dengan Flori kultur yang lebih pada pemandangan mata untuk wisatawan. Nantinya kawasan tersebut akan disediakan ruang untuk pembibitan, penjualan, taman bermain dan edukasi serta zona kuliner.

Berbagai tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi akan turut dibudidayakan, seperti bunga matahari, krisan, amarilis dan sebagainya. Sehingga aneka ragam tanaman hias maupun tanaman bunga harapannya mampu menjadi daya tarik pengunjung.

Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap prmbuatan Desain Engineering Detail (DED), “Anggarannya berapa masih dalam proses perencanaan dulu. Kami susun DED dulu,” ucap Suyana.