Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak cukup signifikan. Hal ini dilihat dari perbandingan jumlah kasus pada Februari dan Januari 2021.
“Sudah jauh menurun dibanding bulan Januari. Kalau di bulan Januari itu kan efek dari libur panjang akhir tahun. Kalau tidak ada PPKM, perhitungan kami sampai akhir Februari masih tetap tinggi. Dnegan adanya PPKM sejak 11 Januari, maka pertengahan Februari sudah mulai terasa penurunannya,” katanya, Sabtu (20/2/2021).
Ia menjelaskan jika dirata-rata, sampai pertengahan Februari, kasus harian sebanyak 18 kasus. Sementara pada bulan sebelumnya, rata-rata kasus harian mencapai 108 kasus. ia berharap PPKM dapat membentuk perilaku masyarakat seolah diawasi orang lain untuk menerapkan protokol kesehatan, sehingga setelah PPKM tetap dapat dipertahankan.
Baca juga: Libur Lebaran Tak Lama Lagi, Menkes Sudah Wanti-Wanti dii Rumah Saja
Meski kasus menurun, ia mengakui positivity rate Sleman masih tinggi lantaran tes harian pun cenderung menurun. Saat ini, positivity rate Sleman lebih dari 25%. “Positivity rate-nya tinggi karena yang diperiksa sedikit. Kalau sekitar bulan April [2020], setiap kasus positif di tracing dan di Swab. Itu positif rate nya rendah tapi yang di-swab banyak,” katanya.
Menurutnya hal ini merupakan konsekuensi dari instruksi Pemerintah Pusat melalui Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi V, yang menyebutkan pengambilan swab hanya dilakukan pada kontak erat yang bergejala. “Sehingga kalau kasusnya sedikit maka otomatis kontak erat sedikit. Kontak erat yang bergejala akan lebih sedikit lagi,” ujarnya.
Baca juga: Selter Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bantul Hampir Penuh
Terkait vaksinasi, saat ini Dinas Kesehatan Sleman masih berproses menyelesaikan vaksinasi tahap pertama sampai 21 Februari. Progres vaksinasi tahap pertama untuk dosis pertama telah dilaksanakan 89%, sementara dosis kedua 79%.
Dari total 16.048 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang menerima vaksinasi tahap pertama, sebanyak 2,5% gagal divaksin dan tujuh persen tertunda. Vaksinasi gagal yakni pada penerima dengan kriteria ibu hamil, penyintas belum tiga bulan dan memiliki Kanker.
Sementara vaksinasi tahap kedua yang meliputi petugas pelayanan publik dan lansia, Dinas Kesehatan Sleman akan fokus melakukan pendataan pada minggu terakhir Februari. “Jumlahnya lebih banyak, sekitar 28.000 lebih. Besok senin pendataan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Penanganan stunting perlu melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, kemiskinan, pola asuh, hingga lingkungan. DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong peningkata
Kemenhub menegaskan Zero ODOL berlaku 1 Januari 2027 tanpa toleransi. Sistem WIM, Ferizy, dan ETLE HUB disiapkan untuk menertibkan truk.
Ketua Komisi D DPRD Sleman M. Arif Priyosusanto mengajak warga peduli terhadap keluarga dengan anak stunting dan meningkatkan pemahaman gizi.
DPRD Kota Jogja memperluas batas desil tiga program bantuan sosial untuk menjangkau warga yang membutuhkan tetapi belum terakomodasi.
KPK menangkap 14 orang dalam OTT BNPB, termasuk Sestama Rustian. Penyidik menyita uang sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas.