GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menuturkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak cukup signifikan. Hal ini dilihat dari perbandingan jumlah kasus pada Februari dan Januari 2021.
“Sudah jauh menurun dibanding bulan Januari. Kalau di bulan Januari itu kan efek dari libur panjang akhir tahun. Kalau tidak ada PPKM, perhitungan kami sampai akhir Februari masih tetap tinggi. Dnegan adanya PPKM sejak 11 Januari, maka pertengahan Februari sudah mulai terasa penurunannya,” katanya, Sabtu (20/2/2021).
Ia menjelaskan jika dirata-rata, sampai pertengahan Februari, kasus harian sebanyak 18 kasus. Sementara pada bulan sebelumnya, rata-rata kasus harian mencapai 108 kasus. ia berharap PPKM dapat membentuk perilaku masyarakat seolah diawasi orang lain untuk menerapkan protokol kesehatan, sehingga setelah PPKM tetap dapat dipertahankan.
Baca juga: Libur Lebaran Tak Lama Lagi, Menkes Sudah Wanti-Wanti dii Rumah Saja
Meski kasus menurun, ia mengakui positivity rate Sleman masih tinggi lantaran tes harian pun cenderung menurun. Saat ini, positivity rate Sleman lebih dari 25%. “Positivity rate-nya tinggi karena yang diperiksa sedikit. Kalau sekitar bulan April [2020], setiap kasus positif di tracing dan di Swab. Itu positif rate nya rendah tapi yang di-swab banyak,” katanya.
Menurutnya hal ini merupakan konsekuensi dari instruksi Pemerintah Pusat melalui Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi V, yang menyebutkan pengambilan swab hanya dilakukan pada kontak erat yang bergejala. “Sehingga kalau kasusnya sedikit maka otomatis kontak erat sedikit. Kontak erat yang bergejala akan lebih sedikit lagi,” ujarnya.
Baca juga: Selter Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bantul Hampir Penuh
Terkait vaksinasi, saat ini Dinas Kesehatan Sleman masih berproses menyelesaikan vaksinasi tahap pertama sampai 21 Februari. Progres vaksinasi tahap pertama untuk dosis pertama telah dilaksanakan 89%, sementara dosis kedua 79%.
Dari total 16.048 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang menerima vaksinasi tahap pertama, sebanyak 2,5% gagal divaksin dan tujuh persen tertunda. Vaksinasi gagal yakni pada penerima dengan kriteria ibu hamil, penyintas belum tiga bulan dan memiliki Kanker.
Sementara vaksinasi tahap kedua yang meliputi petugas pelayanan publik dan lansia, Dinas Kesehatan Sleman akan fokus melakukan pendataan pada minggu terakhir Februari. “Jumlahnya lebih banyak, sekitar 28.000 lebih. Besok senin pendataan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.