Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026
Presiden Prabowo melepas 430 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--BMKG Stasiun Klimatologi Jogja mengungkap penyebab cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah DIY selama beberapa hari terakhir. Pusat tekanan rendah yang terdeteksi di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi memicu cuaca ekstrem di wilayah Daerah Istimewa Jogja (DIY).
"Secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogja Reni Kraningtyas melalui keterangan tertulis di Jogja, Selasa (24/2/2021) malam.
BACA JUGA : Ada Pusaran Angin, BMKG Peringatkan Waspada Cuaca
Menurut Reni pusat tekanan rendah (low pressure area/LPA) atau dikenal sebagai potensi bibit siklon di sekitar selatan NTT terdeteksi sejak dua hari terakhir dan berpotensi dapat berkembang menjadi siklon tropis.
Selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa. "Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY," kata dia.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah DIY pada 24 sampai 26 Februari 2021.
BACA JUGA : BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Hujan sedang-lebat itu antara lain diperkirakan mengguyur Kabulaten Sleman meliputi Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Kalasan, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Berbah, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Moyudan, serta Prambanan.
Selanjutnya, Kulon Progo (Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Sentolo, Pengasih, Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, dan Kokap). Kota Jogja (Umbulharjo, Kotagede, Mergangsan, Pakualaman, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, Kraton, Gedongtengen, Ngampilan, Wirobrajan, Tegalrejo, Jetis, Mantrijeron).
Bantul (Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Banguntapan, Piyungan, Imogiri, Dlingo, Pundong, Pandak, Bambanglipuro) dan Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Purwosari, Semanu, Tepus, Semanu, Rongkop, Karangmojo, Wonosari, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Girisubo).
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem Termasuk di Jogja, BMKG Ingatkan Potensi
Oleh sebab itu BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, kata dia, menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang di wilayah DIY.
"Serta peningkatan gelombang tinggi di perairan selatan DI Jogjan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo melepas 430 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Persib Bandung masih dibayangi rekor tanpa kemenangan di kandang Persija Jakarta sejak 1986 dalam pertandingan kompetisi resmi.