Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Susunan batuan temuan warga Padukuhan Pereng yang diduga candi, Kamis (25/2/2021).
Harianjogja.com, PRAMBANAN-Berawal dari persiapan pembukaan desa wisata, warga Pereng, Sumberharjo, Prambanan, menemukan susunan batu yang diduga candi. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja turun tangan menyelidiki temuan ini.
Ketua Pengelola Desa Wisata Pereng, Sukarmin, menceritakan ia dan sejumlah pengelola Desa Wisata Pereng menemuan susunan batu ini pada Minggu (21/2/2021) lalu, setelah menelusuri situs Sendang Langgen yang aliran airnya tetap stabil meski pada musim kemarau panjang.
Kemudian dalam perjalanan pulang, ia melihat batuan di parit yang ada di hutan. Karena penasaran, ia kemudian turun dan menemukan adanya formasi batuan. "Saya penasaran, saya pun langsung terjun ke parit sungai mengikuti arah sebaran batuan tersebut," ujarnya, Kamis (25/2/2021).
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Dorong Budidaya Perikanan
Saat ditemukan, susunan batuan masih dalam kondisi tertutup alang-alang. Dengan cangkul dan alat seadanya, mereka membersihkannya. Setelah dibersihkan barulah terlihat susunan batuan sepanjang 7 meter dan berundak.
"Belum kami terusin karena Dinas Purbakala [BPCB] sudah datang, melihat laporan kami di lurah dan dukuh, meneliti. Lalu kami disuruh jeda, info selanjutnya nunggu seminggu setelah itu baru ada keputusan dilanjutkan masyaralat atau Dinas," katanya.
Kepala BPCB Jogja, Zaimul Azzah, mengatakan telah meninjau dan mengobservasi temuan warga Pereng yang berjenis batu putih ini. "Dugaan sementara dari hasil peninjauan awal dengan adanya temuan batu-batu putih diduga merupakan struktur pagar," ujarnya.
BACA JUGA: Gunungkidul Diminta Perbarui Peta Kerawanan Covid-19 Tingkat RT
Meski demikian ia belum bisa memastikan apakah susunan batu ini merupakan bagian dari candi atau bukan. "Apakah itu pagar halaman candi atau petirtaan, tentunya masih diperlukan penelitian lebih lanjut," kata dia.
Untuk itu ia sudah merencanakan untuk mengekskavasi temuan ini, yang ditargetkan pada Maret mendatang. Ia berharap pada Maret intensitas hujan sudah menurun sehingga proses ekskavasi bisa lebih mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Suzuki mengembangkan mesin 1.2 turbo 126 hp dan 230 Nm yang kompatibel E100, CNG, CBG serta disiapkan bersama teknologi hybrid.
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.
Klasemen Asian Games 2026 menempatkan Indonesia di posisi 15 dengan tiga emas, tujuh perak, dan 20 perunggu.
Honda dikabarkan menyiapkan SUV Rp160 jutaan untuk India. Mesin Horse Powertrain dan produksi 2028 masih dalam tahap evaluasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.