SPMB 2026: Ratusan SD Gunungkidul Kekurangan Murid, 36 Penuhi Kuota
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul masih menunggu instruksi Pemerintah DIY berkaitan dengan pelaksanaan sekolah tatap muka.
Sesuai dengan instruksi dari gubernur dan bupati tentang perpanjangan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berskala mikro hingga 8 Maret mendatang, masih menerapkan kegiatan belajar di rumah.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, untuk wacana pelaksanaan sekolah tatap muka, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi. Oleh karenanya, acuan yang digunakan tetap menggunakan kebijakan dalam penerpaan PTKM. “Tidak ada opsi lain dan hingga PTKM berakhir 8 Maret, pembelajaran masih menggunakan model daring,” kata Eddy melalui sambungan telepon, Jumat (26/2/2021).
Baca juga: 10 KK Asal Gunungkidul Akan Diberangkatkan Transmigrasi
Menurut dia, untuk kebijakan lanjutan masih menunggu karena hal tersebut akan dijadikan dasar dalam pelaksanaan di Gunungkidul. “Ya kalau sudah ada instruksi untuk menggelar tatap muka, maka kami siap,” ungkapnya.
Eddy menambahkan, di awal tahun ini sempat ada wacana menggelar tatap muka di sekolah. Namun demikian, hal tersebut urung dilaksanakan karena adanya kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat di DIY. Kebijakan ini pun berdampak terhadap kebijakan dalam hal pembelajaran karena ada ketentuan sekolah masih menggunakan model belajar di rumah. “Kami ikuti aturannya. Nanti, kalau sudah diperbolehkan maka akan digelar kegiatan belajar tatap muka,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita. Menurut dia, kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan belajar menunggu instruksi dari Pemerintah DIY. “Kami menunggu hingga PTKM berakhir di 8 Maret. Kalau memang sudah boleh, maka sekolah siap menyelenggarakan pertemuan tatap muka,” katanya.
Baca juga: Puluhan Ribu Pekerja di Layanan Publik Masuk Daftar Vaksinasi Tahap Kedua
Sudya menuturkan, untuk kesiapan di sekolah tidak ada masalah karena sudah menyiapkan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan. Ia tidak menampik hampir seluruh sekolah sudah memiliki fasilitas cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh yang siap digunakan. “Sebenarnya sudah siap. Tapi, balik lagi tentang kebijakan yan belum boleh menyelengarakan tatap muka,” katanya.
Ditambahkan dia, disdikpora sedang menyelesaikan pendataan terhadap calon penerima vaksinasi corona di lingkup sekolah. “Memang masih dalam pendataan. Tapi, yang sudah masuk sekitar 9.000 calon penerima,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya yang digelar di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Juni 2026.
Bus KSPN Malioboro–Parangtritis jadi pilihan wisata hemat Rp12.000 dengan jadwal reguler dan akses mudah ke Pantai Parangtritis.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan layanan malam. Mudah tanpa ke Satpas.
Layanan DAMRI rute Jogja–YIA dan Jogja–Semarang jadi pilihan utama dengan tarif terjangkau, jadwal rutin, dan akses mudah dari berbagai titik.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah diwajibkan melakukan penyerapan telur dan daging ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).