Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul masih menunggu instruksi Pemerintah DIY berkaitan dengan pelaksanaan sekolah tatap muka.
Sesuai dengan instruksi dari gubernur dan bupati tentang perpanjangan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berskala mikro hingga 8 Maret mendatang, masih menerapkan kegiatan belajar di rumah.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, untuk wacana pelaksanaan sekolah tatap muka, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi. Oleh karenanya, acuan yang digunakan tetap menggunakan kebijakan dalam penerpaan PTKM. “Tidak ada opsi lain dan hingga PTKM berakhir 8 Maret, pembelajaran masih menggunakan model daring,” kata Eddy melalui sambungan telepon, Jumat (26/2/2021).
Baca juga: 10 KK Asal Gunungkidul Akan Diberangkatkan Transmigrasi
Menurut dia, untuk kebijakan lanjutan masih menunggu karena hal tersebut akan dijadikan dasar dalam pelaksanaan di Gunungkidul. “Ya kalau sudah ada instruksi untuk menggelar tatap muka, maka kami siap,” ungkapnya.
Eddy menambahkan, di awal tahun ini sempat ada wacana menggelar tatap muka di sekolah. Namun demikian, hal tersebut urung dilaksanakan karena adanya kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat di DIY. Kebijakan ini pun berdampak terhadap kebijakan dalam hal pembelajaran karena ada ketentuan sekolah masih menggunakan model belajar di rumah. “Kami ikuti aturannya. Nanti, kalau sudah diperbolehkan maka akan digelar kegiatan belajar tatap muka,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita. Menurut dia, kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan belajar menunggu instruksi dari Pemerintah DIY. “Kami menunggu hingga PTKM berakhir di 8 Maret. Kalau memang sudah boleh, maka sekolah siap menyelenggarakan pertemuan tatap muka,” katanya.
Baca juga: Puluhan Ribu Pekerja di Layanan Publik Masuk Daftar Vaksinasi Tahap Kedua
Sudya menuturkan, untuk kesiapan di sekolah tidak ada masalah karena sudah menyiapkan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan. Ia tidak menampik hampir seluruh sekolah sudah memiliki fasilitas cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh yang siap digunakan. “Sebenarnya sudah siap. Tapi, balik lagi tentang kebijakan yan belum boleh menyelengarakan tatap muka,” katanya.
Ditambahkan dia, disdikpora sedang menyelesaikan pendataan terhadap calon penerima vaksinasi corona di lingkup sekolah. “Memang masih dalam pendataan. Tapi, yang sudah masuk sekitar 9.000 calon penerima,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pemda DIY menjajaki kerja sama dengan Spanyol di bidang ekraf, pariwisata, film, budaya, dan olahraga, termasuk promosi wisata Jogja.
Joanna Wietrzyk minta maaf setelah viral buang air besar saat lomba Hyrox di Beijing. Ia mundur secara retroaktif dan melepaskan poin kemenangannya.
Panpel Persija dilarang menggelar dua laga kandang di DKI, Banten, dan Jabar serta didenda Rp40 juta usai laga kontra Persib.
Gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang pada 17-20 September 2026 diharapkan mampu menjadi pengungkit perekonomian daerah setempat