Puluhan Ribu Pekerja di Layanan Publik Masuk Daftar Vaksinasi Tahap Kedua

Ilustrasi. - Reuters
26 Februari 2021 06:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan Gunungkidul terus mendata calon penerima vaksin corona di tahap kedua. Total hingga sekarang sudah ada 30.329 calon penerima vaksin yang berasal dari unsur pelayanan publik.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pendataan calon penerima vaksin masih terus berlangsung. Oleh karenanya, data yang masuk masih bersifat sementara karena bisa berubah seiring adanya tambahan data. “Masih proses. Tapi, hingga sekarang [kemarin] sudah ada 30.329 calon penerima vaksin tahap kedua,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

BACA JUGA : Sleman Belum Fokuskan Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Dia menjelaskan, setelah sasaran vaksin tahap pertama difokuskan untuk tenaga kesehatan, maka tahap kedua akan menyasar masyarkat yang bekerja di sektor pelayanan publik. Untuk itu, pendataan tidak hanya menyasar pengawai di lingkup pemkab, namun juga menyasar para guru, pekerja layanan publik di sektor formal dan informal. Selain itu, pedagang pasar hingga pelaku usaha di sektor wisata dan perhotelan juga masuk prioritas untuk vaksinasi tahap kedua ini.

“Agar maksimal, maka dalam pendataan melibatkan organisasi perangkat daerah [OPD] terkait. Misalnya, untuk guru diserahkan ke dinas pendidikan pemuda dan olahraga. Sedangkan untuk pedagang pasar, didata oleh petugas dari dinas perindustrian dan perdagangan,” katanya.

 Disinggung mengenai pelaksanaan vaksinasi, Dewi mengakui masih menunggu perintah. Selain itu, penyuntikan juga disesuaikan dengan ketersediaan vaksin yang dimiliki. “Rencananya memang akan ada distribusi vaksin lagi,” katanya.

BACA JUGA : Vaksinasi Nakes di Bantul Belum Tuntas

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengatakan, sesuai dengan edaran kesekretariatan daerah, pihakya diminta membantu dalam upaya pendataan calon penerima vaksin dari pedagang pasar. Menurut dia, proses masih berlangsung hingga sekarang karena menyasar seluruh pasar yang ada.

“Ini masih bersifat sementara. Tapi, yang sudah masuk datanya ada 10.371 pedagang sebagai calon penerima vaksin,” kata Johan.

Menurut dia, jumlah ini masih bisa bertambah karena pendataan juga menyasar kepada asosiasi pedagang kaki lima yang berjualan di Gunungkidul. “Datanya belum masuk sehingga masih bisa bertambah,” ungkapnya.