Advertisement
JJLS: Titik Planjan-Tepus Mulai Dibangun
Aktivitas pengerasaan dan pemerataan ruas JJLS di titik Planjan-Tepus di dekat TPR Baron di Kaluarahan Kemadang, Tanjungsari. Jumat (20/9 - 2021). Harian Jogja/David Kurniawan.
Advertisement
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Ruas Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) antara Planjan-Tepus sepanjang 9,725 kilometer mulai dibangun sejak awal Maret ini. Pengerjaan itu menambah ruas pembangunan JJLS di Gunungkidul. Pasalnya, hingga sekarang masih ada pembangunan ruas Girisekar-Legundi sepanjang 4,7 kilometer dan Rongkop-Girisubo sepanjang 10,6 kilometer.
Panewu Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, pembangunan JJLS di wilayahnya sudah mulai dibangun sejak awal bulan ini. Sebelum pelaksanaan, masyarakat juga mendapatkan sosialisasi dari rekananan tentang kegiatan pembangunan tersebut.
Advertisement
BACA JUGA : Proyek JJLS di Bantul Terus Berlanjut
“Titik yang dibangun berada di ruas sebelum pos tempat pemungutan retribusi Baron,” kata Rakhmadian, Minggu (21/3/2021).
Menurut dia, ruas jalan ini akan dibangun ke timur hingga masuk wilayah Kapanewon Tepus. Rakhmadian berharap pembangunan berjalan lancar dan bisa selesai tepat waktu. Selain itu, dengan adanya jalan baru bisa menjadi pendongkrak perekonomian masyarakat. “Rencananya pembangunan dilakukan selama dua tahun,” katanya.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan berkaitan dengan JJLS karena ditangani oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah DIY. Meski demikian, ia mengakui mendapatkan informasi berkaitan dengan pembangunan jalan ini.
Sebagai contoh, pembangunan ruas Planjan-Tepus memiliki panjang 9,725 kilometer. Adapun pembangunan menelan biaya sekitar Rp201 miliar. “Kontraknya mulai Desember 2020 hingga Desember 2022 dan saat ini sudah mulai pengerjaan,” katanya.
BACA JUGA : Mobil Sundul Motor di JJLS, Satu Orang Terluka
Wadiyana mengungkapkan ruas Planjan-Tepus bukanlah satu-satunya pembangunan JJLS di wilayah Gunungkidul. Pasalnya sejak akhir 2019 lalu hingga sekarang ada dua ruas lain yang dibangun meliputi ruas Rongkop-Girisubo dan Girisekar-Legundi.
Ruas Rongkop-Girisubo merupakan jalur yang berbatasan dengan Jawa Tengah dengan pajang mencapai 10,6 kilometer dan dengan biaya pembangunan sekitar Rp220 miliar. Sedangkan ruas Girisekar-Legundi memiliki panjang 4,7 kilometer dan dibangun dengan biaya sekitar Rp96 miliar.
Wadiyana mengungkapkan, meski ada tiga paket pengerjaan yang sedang berlangsung, namun belum bisa menyambungkan JJLS secara penuh. Pasalnya, masih ada dua ruas yang belum dibangun, yakni di ruas Tepus-Girisubo dan jalur di perbatasan yang menghubungkan dengan Bantul.
BACA JUGA : Lihat JJLS Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Glagah
“Untuk penyelesaian jalur yang melintas di wilayah Gunungkidul sepenuhnya menjadi kebijakan Pemerintah Pusat. Sebab, kami hanya mengurusi untuk ruas yang merupakan jalur milik pemerintah kabupaten,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harga Minyak Brent Naik Lagi, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Nilai TKA SMP Tertinggi di Kulonprogo Bakal Diganjar Laptop dan Sepeda
- Jadwal KRL Jogja-Solo 9 April 2026, Lengkap dari Tugu
- Viral Keributan di Kotagede Jogja, Polisi Pastikan Berakhir Damai
Advertisement
Advertisement







