Google Buka Akses Gemini 4 Argon, Ini Harga dan Fiturnya
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Sebuah mobil mogok di salah satu tanjakan yang ada di Jalan Cinomati, Minggu (23/12/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Warga yang terdampak proyek pelebaran Jalan Cinomati, di Desa Terong, Kapanewon Dlingo, hingga kini masih menunggu kejelasan pembayaran ganti rugi lahan dari Pemkab Bantul.
"Terakhir, ada pertemuan antara warga Terong dengan Pemkab Bantul tapi belum ada kejelasan kapan pembayarannya," kata Panewu Dlingo Deni Ngajis Hartono, Selasa (23/3/2021).
BACA JUGA: Heboh, Aldebaran Ikatan Cinta Buka Warung Burjo di Sleman, Langsung Diserbu Ibu-Ibu
Menurut Deni, di Desa Terong ada 20 keluarga dan satu bidang tanah kas desa yang terdampak pelebaran jalan tersebut. Deni memastikan tidak ada warga yang sampai tergusur akibat perluasan jalan selebar 14 meter tersebut.
"Jadi nanti yang diaspal lebarnya 14 meter. Sejauh ini, beberapa hanya terkena pagarnya," kata Deni.
Pelebaran juga akan mengenai lahan di Desa Wonolelo, Kapanewon Pleret.
Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan proyek pelebaran Cinomati dipastikan tetap jalan, meski Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul terkena realokasi anggaran senilai Rp75 miliar.
"Kemarin sudah dianggarkan Rp30 miliar untuk Cinomati. Anggaran itu harus dipertahankan, meskipun DPUPKP kena refocusing. Anggaran untuk Cinomati aman," kata Helmi.
Pelebaran jalan Cinomati kini masuk dalam tahap pengadaan tanah. Sosialisasi terhadap warga terdampak juga telah dilakukan.
"Tahun ini harus dilakukan pembayaran," ucap Helmi.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Disperindag DIY Siapkan Pasar Murah
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul Trisna Manurung mengatakan pada 2020, Pemkab Bantul telah menganggarkan Rp30 miliar. Namun, dalam perkembangannya, anggaran tersebut dirasionalisasi sehingga hanya disetujui Rp10 miliar.
Kepala DPUPKP Bantul Bobot Ariffi’ Aidin menambahkan Rp30 miliar tersebut adalah untuk pembebasan lahan sebagai rangkaian pelebaran jalan antara Terong (Dlingo)-Wonolelo sepanjang 2.659 meter.
Pengaspalan akan dilakukan Pemda DIY.
“Di 2021 target kami pembebasan lahan selesai,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Bedah buku DPAD DIY dan DPRD DIY di Sleman mengulas pentingnya tidur cukup, gizi seimbang, aktivitas fisik, dan kebebasan bereksplorasi untuk mendukung kecerdas
DJP mencatat 5,5 juta transaksi digital senilai Rp10 triliun melalui SPP-TDLN. Sebanyak 30 bank dan fintech ditargetkan bergabung sebelum November 2026.
Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly menegaskan rekrutmen TNI AD gratis dan memperingatkan oknum calo yang menjanjikan kelulusan berbayar.
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.
Portal pembatas ketinggian 4,2 meter dipasang di Ring Road Utara Sleman selama 24 jam. Kendaraan tinggi diminta menggunakan jalur alternatif.