Jogja Kaji Kemungkinan Belajar Tatap Muka Untuk SD dan SMP

Wakil Walikota Jogja Heroe Purwadi saat memberikan keterangan pada media, pada Rabu (24/3/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
25 Maret 2021 10:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Pemerintah Kota Jogja sedang mengkaji kemungkinan pembelajaran tatap muka untuk siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurut Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi, tingkat Taman Kanak-Kanak belum akan belajar tatap muka dalam waktu dekat.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah DIY telah memberi izin untuk belajar tatap muka beberapa waktu sebelumnya. Tingkat SD dan SMP menjadi kewenangan Pemkot Jogja.

Selain itu, Pemkot Jogja juga sedang memperbaiki aturan dan teknis pembelajaran tatap muka. Hal ini guna menyesuaikan kondisi setelah vaksinasi tenaga pendidik. Sebelumnya, aturan dan teknis pembelajaran tatap muka telah ada sejak Bulan Desember 2020. Namun kala itu belum ada vaksinasi, khususnya untuk tenaga pendidik.

Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Enam WNA di Bali Didenda Rp1 Juta

“Aturan tambahan seperti apa, agar tidak terjadi sebaran [kasus Covid-19] di kelas,” kata Heroe saat ditemui media di Hotel Abadi, Jogja, pada Rabu (24/3/2021).

Beberapa aturan sebelumnya terkait pembelajaran tatap muka sepeti kapasitas kelas sebesar 30 persen. Dalam sehari ada tiga gelombang kelas. Sehari hanya ada sekitar dua atau tiga jam pembelajaran. Tidak ada jam istirahat, siswa-siswi akan langsung pulang.

Baca juga: Vaksinasi Lansia Telantar Masih Menunggu Pendataan

“Yang kami antisipasi saat orangtua menjemput dan mengantar siswa-siswi,” kata Heroe. “Kalau tidak ada perubahan kasus, tahun ajaran baru besok sudah bisa [mulai pembelajaran tatap muka].”

Saat ini, beberapa sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka. Namun hal ini terbatas pada murid dan guru yang berada di satu wilayah saja.