OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Wakil Walikota Jogja Heroe Purwadi saat memberikan keterangan pada media, pada Rabu (24/3/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA – Pemerintah Kota Jogja sedang mengkaji kemungkinan pembelajaran tatap muka untuk siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurut Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi, tingkat Taman Kanak-Kanak belum akan belajar tatap muka dalam waktu dekat.
Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah DIY telah memberi izin untuk belajar tatap muka beberapa waktu sebelumnya. Tingkat SD dan SMP menjadi kewenangan Pemkot Jogja.
Selain itu, Pemkot Jogja juga sedang memperbaiki aturan dan teknis pembelajaran tatap muka. Hal ini guna menyesuaikan kondisi setelah vaksinasi tenaga pendidik. Sebelumnya, aturan dan teknis pembelajaran tatap muka telah ada sejak Bulan Desember 2020. Namun kala itu belum ada vaksinasi, khususnya untuk tenaga pendidik.
Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Enam WNA di Bali Didenda Rp1 Juta
“Aturan tambahan seperti apa, agar tidak terjadi sebaran [kasus Covid-19] di kelas,” kata Heroe saat ditemui media di Hotel Abadi, Jogja, pada Rabu (24/3/2021).
Beberapa aturan sebelumnya terkait pembelajaran tatap muka sepeti kapasitas kelas sebesar 30 persen. Dalam sehari ada tiga gelombang kelas. Sehari hanya ada sekitar dua atau tiga jam pembelajaran. Tidak ada jam istirahat, siswa-siswi akan langsung pulang.
Baca juga: Vaksinasi Lansia Telantar Masih Menunggu Pendataan
“Yang kami antisipasi saat orangtua menjemput dan mengantar siswa-siswi,” kata Heroe. “Kalau tidak ada perubahan kasus, tahun ajaran baru besok sudah bisa [mulai pembelajaran tatap muka].”
Saat ini, beberapa sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka. Namun hal ini terbatas pada murid dan guru yang berada di satu wilayah saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Iran mengecam serangan AS ke fasilitas radar di Sirik dan Pulau Qeshm. Teheran menilai tindakan itu melanggar gencatan senjata dan mengancam stabilitas kawasan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Minggu 7 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan. Stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton dan dinilai aman untuk menjaga harga beras.
Anggota Polres Tuban berinisial TS meminta maaf atas video viral yang melibatkan dirinya. Korban menerima permintaan maaf dan memilih jalur damai.
Seorang bidan RSUD Besuki ditemukan meninggal di drainase Pantura Situbondo. Polisi menyelidiki dugaan pembunuhan dan melakukan olah TKP.