PPKM Kulonprogo Dinilai Mampu Menekan Zona Merah Covid-19

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, saat diwawancarai di kantor wakil bupati Kulonprogo, Kapanewon Wates, Kulonprogo, Selasa (30/3/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
31 Maret 2021 09:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pelaksanaan Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kulonprogo dinilai sudah berjalan dengan optimal. Zona merah di kabupaten Kulonprogo juga berhasil ditekan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan berdasarkan catatan dari dinas kesehatan kabupaten Sleman pada tanggal (28/3/2021), jumlah RT dengan status zona merah jumlahnya nihil.

"Kalau kita bersama-sama melakukan penertiban ke kalurahan kan akan lebih efektif. Edukasi ke masyarakat terus dilaksanakan. Walaupun, warga sekarang sudah disiplin menerapkan protokol Covid-19. Minimal pakai masker lah," kata Fajar saat dikonfirmasi pada Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Pembatasan Aktivitas Masyarakat di Jogja Berpotensi Dilonggarkan

Adapun, zona orange hanya terdapat di dua RT. Masing-masing berada di wilayah kapanewon Panjatan dan Sentolo. Sementara itu, zona kuning sendiri berjumlah 240 RT dari 12 kapanewon yang ada di kabupaten Kulonprogo. Sedangkan, zona hijau mendominasi dengan jumlah sebanyak 4.236

Lebih lanjut, posko PPKM berbasis mikro yang ada di tiap kalurahan juga berdasarkan catatan dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Kulonprogo sudah melakukan tugasnya secara optimal.

"Mayoritas sudah melakukan tugasnya. Tentang pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 atau probable. Mereka sudah bisa pemakaman sendiri. Walaupun BPBD Kabupaten Kulonprogo masih terus melakukan pendampingan," kata Fajar.

Pemantauan yang dilakukan ke posko PPKM mikro yang ada di tiap-tiap kalurahan yang ada di Kulonprogo juga terus dilakukan. Walaupun, pemkab Kulonprogo juga telah melonggarkan protokol Covid-19 terhadap sejumlah kegiatan masyarakat.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Mulai 19 April, Sultan: Maksimal 2 Jam di Ruangan, Lalu Istirahat

"Kita selama ini masih banyak memantau di tiap-tiap kalurahan. Walaupun sudah banyak yang dilonggarkan ya seperti hajatan itu boleh dengan hiburan terutama di zona hijau. Kalau zona merah kita tegas ya tidak boleh dilakukan kegiatan yang mengundang banyak massa. Oleh karena itu, kami terus awasi posko PPKM mikro yang ada di Kulonprogo," terang Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, Sri Budi Utami, mengatakan kasus positif Covid-19 di kabupaten Kulonprogo masih dalam kategori tinggi. Penambahan zona kuning dari zona hijau juga masih terjadi.

"Tren kasus masih seperti itu (tinggi). Secara umum sudah aman lah. Memang kasus positif Covid-19 masih tinggi. Posko PPKM mikro di kalurahan sebenarnya sudah gerak, tapi kan memang kondisinya seperti ini (kasus positif Covid-19 masih tinggi). Diharapkan sinergitas antar lembaga diperkuat," terang Sri Budi Utami.