Awan Panas Merapi Teramati Lima Hari berturut-Turut

Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
04 April 2021 17:37 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Aktivitas guguran Gunung Merapi terpantau cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya selama lima hari berturut-turut, Merapi meluncurkan sejumlah awan panas guguran disertai guguran lava pijar.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan pada Minggu (4/4/2021) pagi teramati kemunculan awan panas. “Pukul 10.53 WIB, tercatat dalam seismogram dengan amplitudo 25 mm, durasi 86 detik. Jarak luncur sejauh 1 km ke arah barat daya,” katanya.

Pada periode pengamatan yang sama, yakni pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, teramati luncuran lava pijar sebanyak empat kali dengan jarak luncur maksimal 700 meter ke arah yang sama. Sementara pada aktivitas kegempaan tercatat terjadi satu gempa awan panas guguran dan 26 gempa guguran.

Baca juga: Pohon Tumbang Sempat Bikin Macet Jalur Jogja-Wonosari

Dalam lima hari terakhir, dari Rabu (31/3/2021) hingga Minggu (4/4/2021) terjadi total sebanyak 12 awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1,5 km, ke arah barat daya. Sementara pada guguran lava pijar total terjadi sebanyak 100 kali dengan jarak luncur maksimal 1,1 km.

Dari total guguran lava pijar tersebut, dua diantaranya keluar dari kubah lava yang berada di tengah kawah sehingga mengarah ke tenggara dengan jarak luncur maksimal 300 meter. Guguran ini teramati pada Sabtu (3/4/2021).

Dengan tingkat aktivitas ini status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 km, serta pada sektor tenggara yakni di sungai Gendol sejauh 3 km.