Vaksinasi Pelaku UMKM Bisa Geliatkan Perekonomian

Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki (tengah) didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi (kanan) dan GKR Bendoro (kiri), memberikan keterangan pers terkait dengan perkembangan vaksinasi Covid-19 bagi pelaku UMKM di JEC, Kamis (8/4/2021). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
08 April 2021 19:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki menyatakan vaksinasi Covid-19 untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat penting untuk menggeliatkan perekonomian. Pasalnya pelaku usaha banyak berhubungan dengan banyak orang sehingga vaksinasi menjadi penting.

Akan tetapi lantaran ketersediaan vaksin dari Kementerian Kesehatan terbatas sehingga proses vaksinasi pelaku usaha dilakukan secara bertahap. Untuk itu, pemerintah sudah melayangkan surat kepada Kementerian Kesehatan terkait dengan proses vaksinasi dunia usaha ini, “[Vaksinasi Covid-19] untuk pelaku usaha dibutuhkan untuk menggeliatkan perekonomian,” kata Teten, saat meninjau langsung proses vaksinasi massal di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Kamis (8/4/2021).

Total ada 523 pelaku UMKM yang mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal di JEC. Namun total yang menjalani vaksinasi massal di JEC ini jumlahnya sebanyak sekitar 10.800, termasuk di antaranya pelaku UMKM, pelaku pariwisata, abdi dalem, dan lansia.

Teten mengaku sengaja melakukan kunjungan untuk melihat pelaskanaan vaksinasi pelaku UMKM. Sebelumnya dia juga memantau vaksinasi pelaku UMKM di Jakarta, kemudian ke DIY. “Vaksinasi dunia usaha termasuk UMKM sangat penting karena kegitan ekonomi dan pemulihan kesehatan harus seiring sejalan,” ucap Teten.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini juga mengapresiasi vaksinasi massal yang dilakukan Pemda DIY karena prosesnya juga sesuai dengan protokol kesehatan, mulai dari pendaftaran hingga antrian untuk mendapatkan vaksin.

“Pelaku usaha banyak berhubungan dengan banyak orang sehingga vaksinasi menjadi penting,” kata Teten.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengatakan vaksinasi untuk pelaku usaha UMKM ini sebagai salah satu intervensi Pemda DIY untuk pemulihan ekonomi. Dengan adanya vaksinasi tersebut dapat memberikan keamanan bagi pelaku usaha UMKM sendiri maupun memberikan kenyamanan bagi wisatawan nantinya. Sebab sektor pariwisata juga banyak pelaku UMKM-nya, seperti bidang makaman, kerajinan, spa, dan salon.

Pelaku uasaha yang diperioritaskan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 adalah yang paling banyak berhubungan dengan banyak orang termasuk wisatawan. Karena itu sebelumnya juga pelaku usaha di kawasan Malioboro dan sekitarnya juga mendapat prioritas.

Dengan adanya vaksi Covid-19, diharapkan wisatawan yang datang ke Jogja juga aman, “Ini salah satu untuk menjaga terhadap pelaku usaha sendiri [supaya aman] tapi tamu juga merasa nyaman,” ujar Nurkyatsiwi.

Akan tetapi, imbuh Siwi, sapaan akrabnya, protokol kesehatan tetap menjadi utama meski pelaku usaha sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Lebih lanjut Siwi mengatakan ada sekitar 300 ribuan pelaku UMKM yang ada di DIY. Namun berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DIY, jumlah yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 sebanyak sekitar 35.200 orang, belum termasuk 523 yang divaksin pada Kamis (8/4).