Belum Sesuai Harapan, Angka Konsumsi Ikan di Kulonprogo Masih Rendah

Ilustrasi pasar Ikan. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
13 April 2021 03:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KOKAP--Angka konsumsi makan ikan di Kulonprogo belum sesuai harapan. Rendahnya konsumsi makan ikan di Kulonprogo disinyalir karena minimnya kesadaran masyarakat yang masih minim terkait pentingnya makan ikan.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan hingga saat ini angka konsumsi ikan masyarakat Kulonprogo baru mencapai 26,49 kg/kap/th, dibawah rata–rata tingkat DIY sebesar 36,50 kg/kap/th.

"Selain itu masih tingginya kasus stunting di Kabupaten Kulonprogo juga menjadi indikator. Rendahnya tingkat konsumsi ikan oleh masyarakat masih menjadi keprihatinan Pemerintah Kulonprogo," kata Sutedjo pada Senin (12/4/2021).

BACA JUGA : Tingkat Konsumsi Ikan di Gunungkidul Masih Rendah

Bupati menyebutkan jika ikan dapat menjadi salah satu solusi utama bagi permasalahan gizi di masyarakat. Dikarenakan, ikan kaya akan gizi esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan.

“Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan arti pentingnya makan ikan bagi pertumbuhan, kesehatan dan kecerdasan  manusia," imbuh Sutedjo.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo Sudarna menyampaikan rendahnya konsumsi makan ikan disebabkan  beberapa faktor. Antara lain, rendahnya kesadaran akan arti pentingnya konsumsi ikan, sosial budaya, ekonomi atau pendapatan masyarakat.

BACA JUGA : Duh, Konsumsi Rendah, Ikan DIY Justru Banyak yang Dijual

“Di sisi lain, produksi perikanan Kulonprogo cukup tinggi yakni sebesar 18.791,61 ton di tahun 2020, baik dari produksi budidaya maupun produksi penangkapan ikan, namun sayangnya angka konsumsi makan ikan belum sesuai harapan," ungkap Sudarna.

Menurut Sudarna, selain sosialiasi Gemarikan, salah satu upaya lain untuk meningkatkan ketersediaan ikan. "Sekaligus untuk meningkatkan konsumsi makan ikan masyarakat Kulonprogo adalah melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa ikan segar," kata Sudarna.