Awal Ramadan, Harga Daging dan Telur Ayam di Bantul Naik

Ilustrasi telur ayam. - Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
14 April 2021 04:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami peningkatan di awal bulan Ramadan. Tercatat harga daging dan telur ayam menjadi dua komoditas yang peningkatan harganya signifikan.

Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul Zuhriyatun Nur Handayani yang akrab disapa Nani menerangkan bila sebenarnya perbandingan harga bahan pokok antara pekan kelima Maret dan pekan pertama April relatif stabil. Meski demikian, Nani mengatakan ada beberapa bahan pokok yang berangsur-angsur mengalami kenaikan.

"Untuk yang mengalami kenaikan yang cukup itu daging ayam boiler. Daging ayam boiler itu rata-rata sekarang Rp38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp33.000 per kilogram. Survei dilakukan di lima pasar, Pasar Bantul, Pasar Niten, Pasar Imogiri, Pasar Piyungan dan Pasar Pijenan," terangnya Selasa (13/4/2021).

Harga telur ayam disebutkan Nani juga mengalami peningkatan di lima pasar di Bantul. Harga telur ayam kini rata-rata di angka Rp23.000 - 24.000 per kilogram dari sebelumnya yang hanya dihargai Rp20.000 per kilogramnya. "Lumayan naik. Tapi ini kalau dari hasil analisis kami karena ada bantuan PKH yang turun tanggal 10 April. Ada bansos yang turun, jadi trennya kalau PKH cair harga-harga cenderung naik," jelasnya.

Baca juga: Pasar Sore Kampung Ramadan Jogokariyan Ramai, Jaga Jarak Terabaikan

Selain PKH, kenaikan harga bahan pokok juga dipicu masuknya ke periode ramadan. "Kemarin kalau naik daging ayam tidak sampai Rp38.000 per kilogramnya, sekarang saja untuk daging ayam hari ini sudah mencapai Rp40.000 per kilogram, harga telur ada yang sampai Rp25.000 per kilogram," tambahnya.

Nani memprediksi, harga bahan pokok akan kembali turun saat memasuki pertengahan bulan Ramadan. "Biasanya turun di pertengahan Ramadan. Nanti terus menjelang lebaran agak naik. Tapi turunnya juga tidak terlalu jauh, kalau untuk kaya telur dan daging ayam," tandasnya.

Naiknya harga kebutuhan pokok yang merupakan hasil produksi pertanian dan peternakan dinilai Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan, Yus Warseno merupakan kabar baik bagi petani serta peternak. Yus menuturkan jika kondisi petani dan peternak kerap terpuruk. Tapi dengan kondisi pandemi Covid-19 ini sejumlah hasil pertanian naik harganya. "Ini mekanisme pasar, tidak bisa kita hindari. Intinya petani tetap semangat karena kalau rugi ya habis bener. Sekarang ketika dia untung kenapa kita harus bingung. Supaya dia bisa bertahan untuk hidupnya," tuturnya.

Baca juga: Update Corona Sleman: 3 RT Masuk Zona Merah, 10 RT Zona Oranye

Kenaikan harga daging dan telur ayam tentunya akan menjadi kabar baik peternak ayam di Bantul. "Sangat baik, intinya kan selama ini jatuh bangun, selama panen raya harga jatuh. Sekarang panen raya ribuan ton habis karena mungkin daerah lain membutuhkan. Artinya ketahanan pangan bantul secara signifikan terpenuhi, sisa lebihnya dipakai daerah lain," ungkapnya.

Sebelum daging dan telur ayam, harga komoditas cabai terlebih dahulu melejit tinggi. "Imbauan dari kami jangan sampai itu [kenaikan harga] menjadi euforia yang tidak terkendali. Mudah-mudahan hasilnya disimpan untuk jaga-jaga ketika nanti keadaannya buruk," tukasnya.