BMKG DIY Bantah Kabar Jogja Bakal Terkena Siklon Tropis 94W, Begini Penjelasannya

Ilustrasi angin kencang. - Pixabay
15 April 2021 19:27 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY membantah kabar bibit siklon tropis 94W melewati DIY.

Beberapa saat lalu beredar kabar yang menyebutkan bahwa bibit siklon tropis 94W akan melewati DIY pada 17-19 April 2021 dan masyarakat DIY diharapkan waspada.

"Kami menyatakan bahwa kabar itu tidak benar," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta Reni Kraningtyas, melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (15/4/2021).

BACA JUGA: BPOM Sebut 71,4% Subjek Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan, Demam hingga Pilek

Menurutnya ada ada beberapa poin yang perlu disampaikan BMKG DIY. Pertama, bibit badai tropis 94W merupakan awal dari pembentukan badai tropis/siklon tropis Surigae di wilayah Samudera Pasifik Utara Papua dan siklon tropis ini tidak berpengaruh di wilayah DIY.

Selain itu, badai tropis/siklon tropis Surigae tidak melewati wilayah DIY, karena badai berada di belahan Bumi bagian utara (BBU) tidak dapat melewati garis khatulistiwa/equator dan justru bergerak perlahan ke arah barat laut menjauhi equator (pengaruh gaya coriolis).

"Jika badai tropis/siklon tropis terbentuk di Samudera Hindia Selatan Indonesia yang dekat dengan wilayah DIY [belahan Bumi selatan], wilayah DIY berpotensi menerima dampak seperti hujan lebat, angin kencang, petir/kilat, gelombang tinggi dan lain-lain yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologis lainnya," jelas Reni.

Adapun dampak badai tropis/siklon tropis Surigae berdasarkan buletin informasi siklon tropis yang dikeluarkan oleh Tropical Cyclone Warning Centre Jakarta (BMKG) per 15 April pukul 08.57 yakni sebagai berikut:

• Hujan dengan intesitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
• Tinggi Gelombang 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung - Likupang, Laut Maluku, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Raja Ampat bagian utara, Perairan Selatan Biak, Teluk Cendrawasih, Perairan Jayapura - Sarmi.
• Tinggi Gelombang 2.5-4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Manokwari, Perairan utara Biak, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat, Samudra Pasifik Utara Jayapura.
• Tinggi Gelombang 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Biak.