Jadwal SIM Keliling Bantul 18 Juni, Cek Lokasi
Jadwal SIM keliling Bantul 18 Juni 2026, lengkap lokasi dan jam layanan. Kuota terbatas, datang lebih awal.
Salah satu pertunjukan pada Edisi perdana Kemantren Fest yang menyajikan tontonan yang menggabungkan seni peran, musik, tari, Kamis (15/4) ist
Harianjogja.com, JOGJA- Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang terimbas signifikan oleh adanya Pandemi Covid-19. Khususnya di Kota Jogja, dimana sektor pariwisata menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan pementasan ini selain menjadi ruang kreatif bagi para seniman juga menjadi sinyal Jogja tetap bekerja keras menyiapkan destinasinya dan industri pariwisatanya melalui kegiatan-kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan. "Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman ketika pada saatnya nanti Kota Jogja terbuka secara luas bagi para wisatawan untuk berkunjung," ujar Wahyu, Kamis (15/4/2021).
Kemantren Fest ini, katanya, juga dapat menjadi alternatif tontonan baik bagi masyarakat. Kemantren Fest seri perdana mengangkat potensi pariwisata di wilayah Kemantren Mantrijeron. Kemantren ini terletak di bagian selatan wilayah Jogja yang kaya akan ragam seni dan budaya termasuk produk-produk pariwisata. Meliputi kerajinan batik, wayang, keris, blangkon dan kuliner-kuliner khas Jogja.
Kawasan selatan Kota Jogja sendiri merupakan wilayah yang mempunyai nilai strategis sebagai salah satu pintu masuk dari selatan menuju Jogja yang terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan jaman dan selaras dengan paradigma Among Tani
Dagang Layar.
Baca juga: Hasil Uji Klinik Vaksin Nusantara, Ini Temuan Serius dari BPOM
Selain itu Kemantren Mantrijeron juga menjadi kawasan yang banyak terdapat sanggar seni serta seniman-seniman dari berbagai bentuk kesenian. Seperti; tari, kethoprak, wayang, mocopat,
gamelan dan sebagainya.
Creative Director Kemantren Fest, Ibnu Prabowo mengatakan pandemi Covid-19 menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk bagaimana tetap melakukan promosi pariwisata di tengah adaptasi atau kenormalan yang baru. "Kemantren Fest merupakan acara pentas kawasan yang diinisiasi oleh Dispar Jogja untuk mengangkat dan menggali potensi seni dan budaya di setiap Kemantren [sebutan baru untuk Kecamatan] di Jogja," katanya.
Dia mengatakan di tengah situasi pandemi saat ini, acara tersebut akan dihadirkan secara virtual. Edisi perdana Kemantren Fest menyajikan tontonan yang menggabungkan seni peran, musik, tari dengan rangkaian video cinematic dan motion graphic dalam tajuk berjudul "Rasan-Rasan Kemantren".
Adegan Rasan-Rasan Kemantren akan dilakoni oleh dua maestro seni peran yaitu Susilo Nugroho (Den Baguse Ngarso) dan Yuningsih (Yu Beruk).
Sementara penampilan lainnya akan diisi dengan Tarian Gregeting Jogja dari Sanggar Sangger, Tari Sintren dari Sanggar Kumbang Kencono, dan musik kreasi dari Gank X yang meng-cover lagu "Sesuatu di Jogja".
Acara tersebut akan ditayangkan pada tanggal 15 April di channel Youtube Pemkot Kota Jogja, Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan
Kota Jogja. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Bantul 18 Juni 2026, lengkap lokasi dan jam layanan. Kuota terbatas, datang lebih awal.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Jumat 19 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM keliling Polda Jogja Jumat 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 19 Juni 2026 cerah di semua wilayah, suhu hingga 32°C, lengkap data BMKG terbaru.
Turki vs Paraguay di Piala Dunia 2026 jadi laga hidup mati Grup D yang menentukan nasib kedua tim di fase grup.
Perempuan masih mendominasi pemohon AK-1 di Sleman seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja industri garmen.