Waspadai Balapan Liar, Operasi Cipta Kondisi Terus Digalakkan

Sejumlah remaja dibawa dan diperiksa di markas Dirsamapta Polda DIY setelah ditangkap seusai aksi balapan liar yang mereka lakukan di sekitar stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (26/4/2020). - Istimewa/Humas Polda DIY
17 April 2021 04:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Jajaran Polres Gunungkidul terus melakukan operasi cipta kondisi pada saat Ramadan. Selain untuk menjaga keamanan dan ketertiban, operasi bertujuan mengurangi potensi balapan liar yang diduga marak usai Tarawih atau sahur.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, pihaknya sudah memetakan potensi rawan aksi balap liar. Jalur-jalur ini meliputi kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan di ruas Paliyan-Saptosari; jalan Rongkop-Nglindur, Girisubo; ruas jalan Ngalang, Gedangsari dan jalan di kawasan Kalurahan Wareng, Wonosari.

Menurut dia, di jalur ini rawan terjadi aksi balap liar karena kondisi jalan yang bagus dan lurus. Kondisi ini sangat mendukung untuk menggeber sepeda motor dengan kecamatan maksimal. “Akan terus kami pantau dan siap bubarkan saat ada kerumunan,” kata Suryanto kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Warga DIY-Jateng Bebas Berlalu Lalang Saat Larangan Mudik Diberlakukan, Ini Dokumen yang Harus Ditunjukkan

Ia mengungkapkan, operasi cipta kondisi akan terus dilakukan dengan cara patroli yang dinilai rawan, khususnya pada saat usai tarawih dan makan sahur. “Aksi balap liar sangat berbahaya karena rawan terjadi kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Jadi harus diantisipasi,” katanya.

Suryanto menegaskan, aksi pembubaran bukan gertak sambal. Hal ini terlihat adanya pembubaran aksi kerumunan dan kebut-kebutan anak-anak muda di ruas jalan Ngalang, Gedangsari. Sedikitnya tujuh remaja diberikan sanksi pembinaan oleh petugas kepolisian yang berpatroli. “Kalau tetap ngeyel, kami siap menindak secara tegas,” ungkap dia.

Ia berharap untuk menangkal aksi balap liar dibutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Salah satunya melaporkan adanya kerumunan yang berpotensi terjadi kebut-kebutan motor di wilayah masing-masing. “Partisipasi ini penting untuk ikut dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.