Pilur Gunungkidul 26 September, Surat Suara Mulai Masuk Tahap Pencetakan
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta untuk mengatasi krisis air pada saat musim kemarau. Diperkirakan wilayah Gunungkidul memasuki kemarau mulai akhir Mei mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kemarau akan masuk wilayah Gunungkidul pada akhir Mei mendatang. Rencananya bersamaan dengan memasuki musim kering ini, BPBD akan berkoordinasi dengan panewu untuk memetakan daerah rawan kekeringan serta pendataan terhadap jiwa terdampak.
“Masih bulan depan koordinasinya karena sekarang masih masuk masa peralihan dari musim hujan ke kemarau,” kata Edy, Selasa (20/4/2021).
Dia menjelaskan, sesuai dengan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, musim kemarau memberikan dampak ke sejumlah wilayah akan mengalami krisis air bersih. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi, pemkab telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta yang dipergunakan dalam program droping air.
“Jumlahnya hampir sama dengan alokasi di tahun sebelumnya. Tapi, di 2020 serapannya hanya mencapai Rp400 juta dan sisanya dikembalikan ke kas daerah,” katanya.
Baca juga: Organda DIY Ingatkan Kemunculan Angkutan Mudik Ilegal Saat Libur Lebaran
Meski belum memasuki musim kemarau, Edy berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, khususnya angin kencang di masa pancaroba. Menurut dia, seiring adanya pergantian musim, intensitas hujan mulai menurun pada saat masa pancaroba. Namun, hujan deras tetap bisa turun dengan durasi waktu yang singkat. “Ini yang harus diwaspadai. Sebab, meski intensitasnya tidak lama, tapi tetap bisa menyebabkan terjadinya bencana,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap pemkab tidak hanya mengandalkan droping air untuk mengatasi krisis air saat kemarau. Menurut dia, wilayah Gunungkidul memiliki potensi sumber dari sungai bawah tanah yang melimpah.
Ery berharap potensi ini bisa dimaksimalkan sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan air pada saat kemarau tiba. “Selama ini belum dimanfaatkan dengan baik. Jadi, droping bukan solusi karena upaya pasti untuk mengatasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan sungai-sungai bawah tanah yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Pergerakan penumpang Karimunjawa mencapai lebih dari 190.000 orang hingga Agustus 2026, didukung penguatan konektivitas darat, laut, dan udara.
Harga rumah makin sulit dijangkau, Pemkab Bantul mendorong warga memanfaatkan rumah subsidi dan empat rusunawa yang tersedia.
Persib Bandung menang 1-0 atas FC Seoul di ACL Two 2026/27. Kemenangan di Seoul menjadi sejarah baru bagi Maung Bandung di kompetisi Asia.
Kimberley Pierre-Louis cetak double-double dengan 14 poin dan 16 rebound saat Indonesia mengalahkan Thailand 61-52 di Asian Games 2026.
BKPSDM Bantul memproses perpanjangan kontrak PPPK Paruh Waktu yang berakhir 30 September 2026 dengan mempertimbangkan kinerja dan anggaran.