Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pimpinan Cabang BPD DIY Sleman, Efendi Sutopo Yuwono, secara simbolos menyerahkan bantuan laptop kepada Ketua Bumdes Sambimulyo, Giyatno, di Kompleks Tebing Breksi, Minggu (25/4/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, PRAMBANAN--BPD DIY memfasilitasi sejumlah destinasi wisata dengan sistem transaksi digital QRIS Ultimate Automated Transaction (QUAT), salah satunya Tebing Breksi, Minggu (25/4/2021). Program ini untuk mendukung pengembangan digitalisasi destinasi wisata.
Pimpinan Cabang BPD DIY Sleman, Efendi Sutopo Yuwono, menjelaskan QUAT adalah sistem transaksi digital untuk destinasi wisata. "Harapanya wisatawan ketika bertransaksi tidak hanya tunai tapi juga non tunai," ujarnya.
QUAT bisa dikoneksikan dengan berbagai macam M Banking maupun aplikasi uang digital seperti Gopay, Ovo dan lainnya, sehingga lebih praktos tanpa wisatawan harus memiliki rekening BPD DIY.
Penyerahan QUAT berlangsung di Watu Tapak Camp, kompleks Tebing Breksi, yang dilanjutkan dengan talkshow Strategi Aktovasi Digital di Destinasi Wisata. Selain penyerahan QUAT, dalam kegiatan ini juga diserahkan bantuan laptop dari BPD DIY kepada pengelola Tebing Breksi.
Ia menjelaskan BPD DIY merupakan bamk milik Pemda DIY dan Kabupaten. Setiap laba pada akhirnya akan masuk dalam oendapatan daerah. "Jika kita gunakan produk BPD DIY pada akhirnya kembali untuk pembangunan DIY," katanya.
Ketua Bumdes Sambimulyo, Desa Sambirejo, Prambanan Sleman Giyatno, mengapresiasi dukungan BPD DIY untuk pengembangan digitalisasi destjnasi wisata Tebing Breksi. "Harapanya dukungan lebih intens lagi supaya bisa berkembang bersama.
Dalam talkshow tersebut hadir pula sebagai pembicara, musisi sekaligus pegiat pariwisata, Erix Soekamti. Ia mengatakan dalam mengembangkan destinasi wisata, yang perli diperhatikan adalah konsep pemberdayaan masyarakat.
"Pemberdayaan itu beda dengan eksploitasi. Dalam pemberdayaan semuanya, masyarakat harus ikut berdaya," ungkapnya.
Menurutnya, dalam mengembangkan destinasi wisata yang penting dicatat adalah tidak perlu melihat \'rumput tetangga\', karena setiap tempat memiliki kekayaannya masing-masing. "Tinggal bagaimana kita mengenal dan mencintai tempat kita," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Proyeksi rupiah hari ini diperkirakan melemah di tengah penantian data ekonomi AS dan rilis neraca perdagangan serta inflasi Indonesia.
Peringatan Harganas 2026, Mendukbangga mengajak keluarga mengurangi ketergantungan gawai, menghidupkan meja makan, dan memperkuat peran ayah.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan menantang pengendara di Jogja ditilang polisi usai menyerahkan diri ke Polresta Jogja.
Praperadilan Roy Suryo menggugat keabsahan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan pencekalan oleh Polda Metro Jaya.