Usai Divaksin, Perlukah Tes Serologi Covid-19?

Anggota DPR RI Dapil DIY Subardi saat mengikuti tes serologi di Intibios Laboratorium di Jalan Godean, Gamping, Minggu (2/5/2021). - Harian Jogja/ Abdul Hamid Razak.
03 Mei 2021 05:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mengetahui efektivitas vaksin Covid-19 yang diberikan, masyarakat dapat mengetahui pembentukan antibodi Covid-19 sudah sempurna atau tidak. Caranya, dengan melakukan tes serologi Covid-19.

Dokter Intibios Lab, Kezia Dewi menjelaskan, cara kerja serologi ini mengambil darah pasien untuk diproses di laboratorium. Hasil laboratorium akan mendeteksi antibodi di dalam Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap virus Covid-19.

BACA JUGA : 5 Aktivitas Ini Boleh Dilakukan Usai Vaksin, Salah Satunya

“Tes ini memiliki sensitivitas deteksi hingga 100 persen. Akurasinya efektif untuk mengukur pembentukan antibodi atau imun setelah divaksin,” tuturnya saat menerima kunjungan Anggota DPR RI Dapil DIY Subardi di Intibios Laboratorium di Jalan Godean, Gamping, Minggu (2/5/2021).

Dokter alumni UKDW Jogja itu menjelaskan, jangka waktu yang disarankan tes serologi berkisar satu bulan setelah vaksinasi kedua. Hasil tes serologi ini akan berupa positif atau negatif. Kalau hasilnya positif, maka tubuh pasien sudah mengandung antibodi (dengan persentase berbeda-beda). Sedangkan bila negatif, pembentukan imun tubuh setelah divaksin belum sempurna.

“Kalau negatif, berarti reaksi vaksin belum bekerja sempurna untuk menangkal virus. Tetapi apapun hasilnya, tes serologi ini membuat pengendalian covid lebih terukur,” katanya.

General Manager Intibios, Thomas Handoyo mengatakan di Jogja layanan tes serologi ini baru satu-satunya diberikan. Dalam sehari, laboratorium ini mampu melayani 200 sampel serologi setiap hari. Tarifnya Rp300.000 untuk sekali tes.

"Antusiasme masyarakat untuk mengikuti tes serologi mulai tampak selama sepekan terakhir. Layanan kami adalah Serologi Antibodi Netralisasi khusus mendeteksi antibodi Covid sesuai rekomendasi WHO,” kata Handoyo.

BACA JUGA : Usai Disuntik Vaksin Nusantara, Ini yang Dirasakan Eks

Ketua DPW NasDem DIY Subardi mengatakan di kalangan masyarakat masih ada yang mempertanyakan apakah setelah vaksinasi akan aman dari Covid-19. Ia menilai setelah vaksinasi perlu tes serologi (tes imun) untuk mendeteksi tingkat kekebalan terhadap serangan Covid-19.

"Ini penting untuk melihat tingkat keberhasilan vaksinasi. Kita bisa mengetahui apakah vaksin di tubuh sudah menghasilkan antibodi [kebal] terhadap Covid-19,” kata Subardi.

Subardi mendatangi Intibios laboratorium yang juga terdapat kontainer level Biosafety Level (BSL)-2 untuk langsung menganalisis ratusan sampel Covid-19 dalam sehari. Ia ingin mengetahui persentase efektivitas vaksin setelah ia menerima vaksin kedua (sinovac) di Jakarta pada bulan Maret lalu.

Subardi merespon baik layanan serologi ini. Menurutnya, dengan tes berbasis ilmiah ini, masyarakat bisa memgetahui seberapa cepat herd immunity terbentuk usai vaksinasi. Artinya, kata Mbah Bardi, semakin banyak masyarakat yang inisiatif tes serologi maka akan semakin efektif program vaksinasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid.

BACA JUGA : Penelitian CDC: Penyintas Covid-19 Alami Efek Samping usai

"Saya berharap tes serologi semakin diminati masyarakat. Selain itu, masyarakat juga perlu memilih laboratorium yang modern, profesional, dan kredibel," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sleman per 1 Mei 2021, capaian distribusi vaksin untuk Lansia Dosis 1 sebanyak 41.056 orang atau 67,78% dan Dosis 2 sebanyak 15.558 orang atau 25,75% dari 60.566 pendaftar. Sementara untuk vaksinasi Pelayan Publik Dosis 1 mencapai 71.354 orang atau 67,55% dan Dosis 2 mencapai 48.882 orang atau 46,28% dari 105.628 pendaftar.

Adapun SDM Kesehatan dosis 1 mencapai 19.026 orang atau 116,25% dan dosis 2 mencapai 16.911 orang atau 103,33% dari 16.379 pendaftar. Dengan demikian capaian vaksin di Sleman untuk dosis 1 sebanyak 131.436 orang atau 71,99% dan dosis 2 sebanyak 81.381 orang atau 44,58% dari 182.573 orang pendaftar.