Nekat Masuk Gunungkidul, Pemudik Diminta Isolasi dan Tes PCR

Pemudik bersiap menaiki bus tujuan luar daerah di terminal Giwangan, Kota Jogja, Jumat (23/4/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
03 Mei 2021 03:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Komunikasi dan Informatikan Gunungkidul menyatakan hingga Minggu (2/5/2021) belum ada laporan pemudik yang pulang ke kampung halaman. Sesuai dengan Edaran dari Gubernur DIY, setiap pemudik yang nekat pulang diwajibkan tes PCR dan karantina mandiri selama lima hari.

Kepala Diskominfo Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan aplikasi di Sistem Informasi Desa (SID) untuk pendataan pemudik sejak Sabtu (1/5). Meski demikian, hingga Minggu siang belum ada data yang masuk berkaitan dengan jumlah pemudik yang pulang. “Sementara ini belum ada laporanya,” kata Kelik, Minggu (2/5/2021).

BACA JUGA : Selama Larangan Mudik, Bus Jogja-Solo Tetap Beroperasi

Dia menjelaskan, pendataan terhadap pemudik yang pulang melibatkan tim dari masing-masing kalurahan untuk mengisi data di SID. Selain itu, para pemudik juga akan dilakukan skrening kesehatan dengan adanya kewajiban mengisi formulir kesehatan.

“Ini untuk pemantauan dan antisipasi. Saat ada yang bergejala segera memeriksakan diri ke puskesmas,” katanya.

Mantan Sekretaris Camat Rongkop ini menambahkan, pemudik yang pulang tidak hanya didata. Namun, sesuai dengan Surat Edaran Gubernur DIY No.451/8061 yang dikeluarkan 23 April lalu, juga diwajibkan melakukan tes PCR dengan biaya ditanggung masing-masing orang.

BACA JUGA : Jelang Larangan Mudik, 295 Personel Gabungan di Kulonprogo Turun ke Jalan

“Walaupun sudah memiliki hasil tes saat akan berangkat, tapi saat di Gunungkidul juga wajib tes lagi,” katanya.

Selain itu, para pemudik juga diwajibkan menjalani karantina secara mandiri selama lima hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan tetap terjaga. “Ini wajib,” katanya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengimbau kepada para perantau untuk mengikuti anjuran pemerintah agar tidak pulang ke kampung halaman. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan diri sendiri maupun keluarga.

“Bisa ditunda sementara waktu dan pulangnya bisa dilakukan saat larangan telah dicabut,” katanya.

BACA JUGA : Mudik Lebaran, Sejumlah Mahasiswa Mulai Meninggalkan Jogja

Menurut dia, untuk menyambung tali sliahturahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya memanfaatkan perkembangan teknologi pada saat ini.

“Jadi tida harus pulang dulu karena bisa bertemu sapa secar online melalui berbagai vitur aplikasi di smpartphone,” katanya.