Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA-Siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) rencananya akan dites Covid-19 di sembilan sekolah SMA dan SMK yang menjadi percontohan PTM. Hasil tes Covid-19 tersebut untuk mengambil kebijakan apakah PTM akan dilanjutkan dan diperluas atau dihentikan.
“Minggu ini dilakukan cek atau tes menggunakan GeNose atau Antigen. Kita akan lihat tapi ini masih proses nanti kerjasama dengan Dinkes DIY,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Selasa (4/5/2021).
Selain bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, juga dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga; Ikatan Dokter Indonesia (IDI); dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Ia ingin mengetahui dari hasil PTM yang dilakukan di sembilan sekolah percontohan apakah ada penularan Covid-19 atau tidak.
“Dari hasil itu nanti kemudian akan menjadi bahan bagi kita untuk memperpanjang atau menghentikan atau mempertimbangkan untuk yang sekolah lain [menggelar PTM],” ujar dia.
Sebab, kata dia, saat ini banyak sekolah lain yang gurunya sudah selesai menjalani vaksinasi sampai dosis kedua dan sekolah siap melaksanakan PTM.
Tes Covid-19 bagi siswa tersebut jika memungkinkan akan diterapkan pada semua siswa atau jika tidak memungkinkan akan dilakukan secara sampel atau acak. Jika dari hasil screening secara acak ditemukan siswa ada yang positif Covid-19, maka tidak menutup kemungkinan screening akan dilakukan pada semua siswa yang menyelenggarakan PTM.
Baca juga: Pemudik Mulai Tiba di Gunungkidul
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, saat dimintai konfirmasi belum bisa memastikan kapan screening bagi siswa dilakukan karena masih dalam tahap perencanaan. Screening secara sampel akan dilakukan untuk mengetahui penularan Covid-19 di sekolah.
“Kita hanya akan ambil sampel tidak semua siswa, apakah kondisi siswa guru itu apakah ada yang positif,” ucap Didik.
Sebagaimana diketahui ada sembilan sekolah yang menggelar PTM selama dua pekan terakhir. Kesembilan sekolah tersebut adalah MAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Jogja, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul, dan SMKN 1 Depok Sleman.
Didik Wardaya sebelumnya mengatakan selama proses PTM tidak ditemukan kendala berarti. Protokol kesehatan sudah dilakukan di semua sekolah percontohan bahkan tidak menutup kemungkinan setelah evaluasi PTM percontohan selesai akan ada sekolah lain yang menyusul untuk menggelar PTM karena sudah banyak sekolah yang mengajukan PTM. Salah satu syarat menggelar PTM adalah semua guru selesai menjalani vaksinasi tahap kedua dan sarana prasarana protokol kesehatan sudah siap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mendorong peningkatan alokasi Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan
Pemkab Kulonprogo menerbitkan SE kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau Agustus 2026 dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.
AliExpress terancam denda Rp11,37 triliun dari Uni Eropa akibat gagal mencegah peredaran produk ilegal dan barang tiruan di platformnya.
Pendekatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan dinilai perlu bertransformasi dari yang sebelumnya hanya berfokus pada risiko fisik,