Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Petugas BBPOM DIY melakukan uji laboratorium terhadap ikan teri medan yang dijual di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari, Senin (15/4/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran makanan dan minuman kemasan yang kedaluarsa jelang perayaan Hari Raya Idulfitri. Untuk mengurangi peredaran, upaya pengawasan di lapangan terus dilakukan secara berkala.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, upaya pemantauan tidak hanya tim dari dinas kesehatan, tapi juga melibatkan dari bagian kesejahteraan rakyat dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM). Upaya pengawasan dilakukan sejak 22 April lalu. Total sudah dilakukan tiga kali pengawasan lapangan.
BACA JUGA : Jelang Lebaran, Warga Diminta Waspadai Produk Pangan
“Masih ada dan rencananya pemantauan lapangan dilakukan di awal Mei ini,” kata Azis kepada Harianjogja.com, Senin (3/5/2021).
Dia menjelaskan, didalam pengawasan ini menemukan sejumlah barang-barang yag telah kedaluarsa, namun masih tetap diperjualberlikan. Selain masa edarnya telah habis juga menemukan makanan dan minuman memiliki kemasan rusak.
Azis berharap kepada masyarakat waspada dan berhati-hati saat membeli barang kebutuhan yang digunakan untuk keperluan berlebaran. Sebelum membeli perlu melakukan penelitian terhadap masa izin edar terlebih dahulu. “Harus dipastikan belum kedaluarsa sehingga aman saat dikonsumsi,” ungkapnya.
Ditambahkan dia, pengawasan tidak hanya berkaitan dengan izin edar makanan dan minuman kemasan. Namun, upaya pemantauan juga dilakukan dengan menyasar jajanan tradisional untuk keperluan buka puasa. “Yang sudah kami cek di seputar alun-alun Kota Wonosari dan depan pasar Playen,” katanya.
BACA JUGA : RAZIA MAKANAN : Awas, Minuman Kadaluarsa Masih
Azis mengungkapkan, jumlah temuan penganan tradisional berbahaya makin berkurang. Sebagai gambaran di tahun-tahun sebelumnya banyak mie maupun bakso yang menggunakan boraks, tapi untuk sekarang sudah sulit ditemukan.
“Hasil temuan untuk boraks ada di penganan puli atau gendar. Ini yang jadi perhatian kami sehingga terus berupaya memberikan sosialisasi kepada pedagang untuk tidak menggunakan bahan yang berhaya,” katanya.
Ditambahkan dia, upaya pemantauan lapangan merupakan langkah jangka pendek. Pasalnya, untuk memastikan produksi makanan dan minuman yang menggunakan barang-barang yang sehat juga terus melakukan sosialisasi keamanan pangan.
“Kami lakukan dengna program kalurahan pangan aman maupun pelaku industry rumah tangga pangan,” katanya.
BACA JUGA : BPOM DIY Temukan Makanan Kadaluarsa, Ini Sanksi untuk
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih berharap kepada dinas kesehatan untuk terus memberikan pendampingan ke masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan produksi makanan dan minuman yang dihasilkan tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan.
“Sosialisasi harus digalakan agar masyarakat semakin sadar dan paham terkait dengan bahan pangan yang aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
KSAL Muhammad Ali menyebut karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak separah kabar yang beredar di media sosial.
Pemerintah tambah 1.500 personel TNI, enam helikopter, OMC, pompa dan bor air untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar.
Malaysia membidik pasar wisata medis Indonesia. Pendapatan dari pasien Indonesia mencapai Rp8 triliun pada 2025, naik 24%.
Pemkab Bantul membahas penataan kawasan Panggung Krapyak, termasuk rencana pengaturan tinggi dan bentuk bangunan di sekitar Sumbu Filosofis.