KRL Jogja-Solo Tetap Beroperasi meski Ada Larangan Mudik

Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mencoba KRL Jogja-Solo. - Istimewa
06 Mei 2021 02:47 WIB Anitana Widya Puspa Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — PT KAI Commuter tidak mengurangi frekuensi perjalanan KRL relasi Yogyakarta—Solo selama periode larangan mudik 2021 dan tetap beroperasi sebanyak 20 perjalanan per hari. 

Direktur Operasi KAI Commuter Wawan Ariyanto mengatakan selama periode Idulfitri 2021 layanan KRL Yogyakarta—Solo dan KA lokal Prambanan Ekspres (Prameks  relasi Yogyakarta—Kutoarjo PP beroperasi setiap harinya dengan penyesuaian jadwal per 6 Mei 2021.

Wawan menjelaskan operasi KRL tetap sebanyak 20 perjalanan setiap harinya dengan KA lokal Prameks tetap beroperasi dengan sebanyak 8 perjalanan setiap harinya.

BACA JUGA : Pengguna KRL Jogja-Solo Meningkat Drastis

"Hal ini dikarenakan jam operasi KRL Yogyakarta dan Solo yang setiap harinya tidak melanggar. Dari pukul 05.00—pukul 19.00 Jadi, jadwalnya relatif sama seperti dengan grafik perjalanan KA," ujarnya, Rabu (5/5/2021).

Dalam layanan selama periode peniadaan mudik, KAI akan menyesuaikan dengan kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meminimalkan mobilitas masyarakat. Oleh karena itu, dia juga mengimbau agar penumpang ikut mendukung kebijakan tersebut.

Dia juga meminta agar masyarakat hanya menggunakan KRL untuk keperluan mendesak saja serta selalu menerapkan protokol kesehatan baik di area stasiun maupun selama perjalanan di kereta.

BACA JUGA : Ramadan, Ini Layanan dan Aturan KRL Jogja-Solo 

Sementara untuk wilayah Jabodetabek, KAI Commuter membatasi jam operasi KRL Commuter Line selama periode larangan mudik 2021 (6 Mei 2021—17 Mei 2021) hingga pukul 20.00.

Alhasil pada periode peniadaan mudik, operasi KRL akan bergeser dari normalnya mulai pukul 04.00 sampai pukul 22.00 menjadi pukul 04.00—pukul 20.00. Jumlah perjalanan KRL juga disesuaikan dari sebelumnya sebanyak 984 perjalanan menjadi sebanyak 866 perjalanan.

Perseroan memperkirakan dengan pembatasan tersebut pada jam-jam malam jumlah penumpang KRL dapat ditekan atau berkurang hingga 10 persen dan maksimal sebanyak 20 persen dibandingkan dengan pada pergerakan normal selama pandemi Covid-19. Pada masa pandemi, jumlah penumpang KRL per harinya rata-rata mencapai 400.000—500. 000 penumpang.

BACA JUGA : KRL Jogja Solo Tambah 6 Perjalanan Akhir Pekan Ini

Pembatasan itu juga sesuai dengan PM No. 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

"Nah, ini yang memang kami perlu kerja keras untuk pembatasan-pembatasan di stasiun-stasiun tersebut. Kalau pembatasan hingga jam tersebut malam hari paling berkurang hanya berkisar 20.000 sampai 30.000 penumpang untuk semua lintasan," kata Wawan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia