Hingga H-7 Belum Terdeteksi Pemudik Tiba di Sleman

Beberapa penumpang hendak berangkat di Terminal Jombor, Kamis (15/4/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
06 Mei 2021 03:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan pengetatan lararangan mudik sejak 22 April-24 Mei dan meniadakan mudik lebaran mulai 6 Mei hingga 14 Mei mendatang. Sejak kebijakan tersebut dikeluarkan, sampai saat ini belum ada laporan pemudik yang tiba di Sleman.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Sleman Budiharjo membenarkan sampai saat ini Dinas belum mendapatkan laporan dari masing-masing kalurahan terkait pemudik yang datang ke Sleman.

BACA JUGA : Nekat Masuk Gunungkidul, Pemudik Diminta Isolasi dan Tes PCR

"Sampai saat ini belum ada [laporan pemudik yang dating]. Tadi saya juga dapat info dari Pak Lurah Concat (Condongcatur), di sana juga belum terpantau adanya pemudik,"kata Budi saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Rabu (5/5/2021).

Sesuai Instruksi Bupati Sleman No.10 dan No.11/INSTR/2021 terkait Perpanjangan PPKM berbasis Mikro di Sleman, kata Budi, jika tetap ada warga Sleman yang mudik, maka mereka harus mengantongi dokumen perjalanan yang sudah diatur dalam ketentuan PPKM.

"Mereka dikarantina selama lima hari atau 5x24 jam dengan protokol kesehatan yang ketat. Biaya karantina dibebankan kepada pelaku perjalanan sementara kalurahan hanya menyediakan lokasi karantina," katanya.

Kebijakan tersebut diambil, kata Budi, untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemkab, katanya, akan meningkatkan kegiatan pemantauan, pengendalian, evaluasi dan pelaksanaan sejumlah kebijakan. "Kami berharap ketentuan ini dipetahui oleh warga di prantauan sesuai harapan bupati," ujar Budi.

BACA JUGA : Pemudik Mulai Tiba di Gunungkidul

Lurah Sendangarum Minggir Wiwik Retno Yulianti mengatakan sampai saat ini belum ada laporan dari masing-masing Satgas Covid-19 di tingkat padukuhan terkait kedatangan pemudik. Jika ada pemudik yang datang, kata Wiwik, maka Satgas akan menerapkan ketentuan sesuai instruksi bupati.

"Sepengetahuan saya belum ada pemudik yang datang. Biasanya kalau ada pendatang gugus Covid PPKM akan laporan di grup wa atau langsung ke saya, tapi sampai saat ini belum ada laporan," kata Wiwik.

Ungkapan senada disampaikan Carik Margoluwih, Seyegan, Avi Arvita Dewi dan Cadik Tridadi Sleman, Johan Enri Kurniawan. "Sementara masih belum terdeteksi [pemudik dating]," kata Johan.

Di wilayah Sleman Timur, juga belum ada laporan pemudik yang tiba di Sleman. Lurah Sendangtirto, Berbah Sardjono mengatakan Satgas di masing-masing RT dan padukuhan belum melaporkan adanya pergerakan pemudik yang datang. "Belum ada laporan dari masing-masing RT maupun dukuh," katanya.

BACA JUGA : Masuk Kulonprogo 6-17 Mei, Pemudik Bakal Diminta Putar Balik

Di Lurah Kepuharjo, Cangkringan Heri Siprapto bahkan menegaskan di Kepuharjo tidak ada pemudik yang datang. Meskipun saat ini wilayahnya masuk zona hijau ketentuan agar kalurahan menyediakan shelter tetap dilaksanakan. Selain di kalurahan, shelter juga disediakan di beberapa dusun. "Kami menyediakan shelter sejak awal pandemi," kata Heri.