Masuk ke DIY Lewat Jalur Barat, 14 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Sejumlah petugas melakukan pemeriksaan kepada pengendara roda empat dalam penyekatan kendaraan di pos pengamanan Kapanewon Temon, Kulonprogo pada Kamis (6/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
07 Mei 2021 03:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--Sebanyak 100 kendaraan diperiksa oleh jajaran Polres Kulonprogo di hari pertama pelaksanaan penyekatan kendaraan di pos pengamanan Kapanewon Temon, Kulonprogo pada Kamis (6/5/2021). Dari 100 kendaraan, 14 diantaranya diminta untuk putar balik.

Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Temon Iptu Nur Salim mengatakan pada hari pertama pelaksanaan penyekatan, jajarannya di pospam Temon memeriksa sebanyak 100 kendaraan. Sejumlah kendaraan yang diperiksa tersebut berdasarkan data sampai dengan pukul 19.00 WIB malam.

BACA JUGA : Puluhan Kendaraan Dipaksa Putar Balik di Tempel

"Jumlah kendaraan yang diperiksa sebanyak 100 kendaraan. Terdiri dari kendaraan roda dua sebanyak empat unit. Sedangkan, kendaraan roda dua atau lebih sebanyak 96 kendaraan," kata Nur Salim pada Kamis (6/5/2021).

Lebih lanjut, dari 100 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 14 kendaraan diminta untuk putar balik. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang berasal dari luar yang masuk melalui pintu barat di wilayah Kapanewon Temon usai adanya larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat pada periode tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

"14 kendaraan terdiri dari bus, travel, dan kendaraan umum. Kendaraan yang diminta putar balik rata-rata berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya," kata Nur Salim.

Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Purwanta mengatakan selama penerapan larangan mudik dan operasi ketupat pada 6-17 Mei 2021 mendatang, jajaran Polres Kulonprogo menutup Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Hal itu dilakukan agar akses bagi pemudik dari luar daerah hanya satu pintu di Pos Pengamanan Temon.

BACA JUGA : Penyekatan Dimulai, Sejumlah Mobil Diminta Putar Balik di Bantul

Penutupan JJLS nantinya akan dilakukan dengan water barrier. Penutupan itu dilakukan agar nantinya jalur tersebut tidak bisa dilewati dan pemudik hanya akan lewat di jalur utama yakni di Temon, Kulonprogo.

"Harapannya pemudik nanti hanya bisa lewat di Temon yang sudah ada pos pengawasannya. Kami akan pasang water barrier yang diisi dengan air agar tidak bisa dipindahkan," ujar Purwanta.

Terkait dengan jumlah personel, Purwanta menyatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 184 personel kepolisian. Dibantu dengan berbagai unsur seperti TNI, Dishub, Satpol PP dan Ormas sehingga total petugas gabungan menjadi 295 personel.

Lebih lanjut, selama penerapan larangan mudik nanti Purwanta juga akan melakukan pengawasan pada jalur-jalur tikus yang menjadi pintu masuk ke Kulonprogo. Satlantas Polres Kulonprogo bersama unsur terkait akan melakukan patroli di jalur-jalur tersebut.

BACA JUGA : Pelarangan Mudik Benar-Benar Diberlakukan, Puluhan Mobil di Sleman Terpaksa Putar Balik

"Dalam operasi ketupat nanti kami juga akan berfokus pada menekan laju penyebaran Covid-19. Kami juga ikut mengawasi jalur jalur tikus dengan personel Dishub Kabupaten Kulonprogo," imbuhnya.