Dilarang Mudik, Perantau di Gunungkidul Kirimkan Bingkisan Lewat Pos untuk Keluarga

Foto dokumentasi: Pengguna jasa logistik PT Pos berinteraksi dengan petugas di Kantor Pos Besar Jogja (0 KM), Jumat (4/5). - Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara
08 Mei 2021 05:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Adanya larangan mudik membuat perantau melakukan cara lain merayakan Lebaran. Ada yang mengirimkan bingkisan untuk keluarganya di rumah.

Hal itu seperti dilakukan oleh Dina, salah satu perantau di Gunungkidul. Dina mengirimkan paket ke orang tuanya ke Pekalongan, Jawa Tengah. Sama seperti pelaksanaan lebaran di tahun lalu, ia mengaku tidak pulang ke orang tua karena adaanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah.

“Sebagai gantinya saya kirimkan paket untuk orang tua di Pekalongan. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir dan aktivitas masyarakat bisa kembai normal seperti sebelum adanya wabah corona,” katanya, ditemui di Kantor Pos Wonosari, Gunungkidul, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Tiket Elektronik untuk Masuk Wisata Gunungkidul Sepi Peminat

Manajer Operasional PT Pos Indonesia Cabang Wonosari, Yudha Anggawan Dewantoro mengatakan menjelang lebaran, pengiriman di Kantor Pos Wonosari melonjak drastis. Tak tanggung-tanggun kenaikan mencapai 80% dibandingkan hari biasa.

Naiknya aktivitas pengiriman paket baik dari dalam maupun luar Gunungkidul diprediksi sampai H-3 lebaran. Menurut dia, kondisi saat ini ada peningkatan signifikan mencapai 80% dibandingkan dengan hari biasa.

“Sudah jadi kebiasaan saat akan lebaran aktivitas pengiriman paket mengalami kenaikan. Kenaikan ini juga tidak lepas adanya pelarangan mudik yang ditetapkan pemerintah,” kata Yudha.

Baca juga: Merapi Masih Bergejolak, Luncurkan Awan Panas hingga 2 Kilometer

Dia menjelaskan, saat sekarang setiap harinya terdapat 700 paket barang. Jumlah ini merupakan akumulasi barang yang dikirim maupun keluar Gunungkidul. Untuk pengiriman paket dari Gunungkidul mayoritas dengan tujuan Jawa Tengah. Sedangkan, untuk paket yang diterima dari luar daerah kebanyakan berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Untuk paketnya didominasi oleh makanan seperti kue kering,” ungkapnya.

Meski mengalami peningkatan yang signifikan, jumlah paket di tahun ini ada penurunan dibandingkan dengan kondisi yang sama jelang lebaran di tahun lalu. Ia menduga, penurunan terjadi karena tahun lalu aturan lebih ketat karena masih dalam suasana awal pandemi sehingga warga yang tidak bisa pulang menjadi lebih banyak. “Kisaran penurunan ada 15% dibandingkan dengan lebaran tahun lalu,” katanya.