Ratusan Sekolah di Gunungkidul Disetujui Direvitalisasi
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Foto dokumentasi: Pengguna jasa logistik PT Pos berinteraksi dengan petugas di Kantor Pos Besar Jogja (0 KM), Jumat (4/5)./Harian Jogja-Rheisnayu Cyntara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Adanya larangan mudik membuat perantau melakukan cara lain merayakan Lebaran. Ada yang mengirimkan bingkisan untuk keluarganya di rumah.
Hal itu seperti dilakukan oleh Dina, salah satu perantau di Gunungkidul. Dina mengirimkan paket ke orang tuanya ke Pekalongan, Jawa Tengah. Sama seperti pelaksanaan lebaran di tahun lalu, ia mengaku tidak pulang ke orang tua karena adaanya kebijakan larangan mudik dari pemerintah.
“Sebagai gantinya saya kirimkan paket untuk orang tua di Pekalongan. Mudah-mudahan pandemi segera berakhir dan aktivitas masyarakat bisa kembai normal seperti sebelum adanya wabah corona,” katanya, ditemui di Kantor Pos Wonosari, Gunungkidul, Jumat (7/5/2021).
Baca juga: Tiket Elektronik untuk Masuk Wisata Gunungkidul Sepi Peminat
Manajer Operasional PT Pos Indonesia Cabang Wonosari, Yudha Anggawan Dewantoro mengatakan menjelang lebaran, pengiriman di Kantor Pos Wonosari melonjak drastis. Tak tanggung-tanggun kenaikan mencapai 80% dibandingkan hari biasa.
Naiknya aktivitas pengiriman paket baik dari dalam maupun luar Gunungkidul diprediksi sampai H-3 lebaran. Menurut dia, kondisi saat ini ada peningkatan signifikan mencapai 80% dibandingkan dengan hari biasa.
“Sudah jadi kebiasaan saat akan lebaran aktivitas pengiriman paket mengalami kenaikan. Kenaikan ini juga tidak lepas adanya pelarangan mudik yang ditetapkan pemerintah,” kata Yudha.
Baca juga: Merapi Masih Bergejolak, Luncurkan Awan Panas hingga 2 Kilometer
Dia menjelaskan, saat sekarang setiap harinya terdapat 700 paket barang. Jumlah ini merupakan akumulasi barang yang dikirim maupun keluar Gunungkidul. Untuk pengiriman paket dari Gunungkidul mayoritas dengan tujuan Jawa Tengah. Sedangkan, untuk paket yang diterima dari luar daerah kebanyakan berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.
“Untuk paketnya didominasi oleh makanan seperti kue kering,” ungkapnya.
Meski mengalami peningkatan yang signifikan, jumlah paket di tahun ini ada penurunan dibandingkan dengan kondisi yang sama jelang lebaran di tahun lalu. Ia menduga, penurunan terjadi karena tahun lalu aturan lebih ketat karena masih dalam suasana awal pandemi sehingga warga yang tidak bisa pulang menjadi lebih banyak. “Kisaran penurunan ada 15% dibandingkan dengan lebaran tahun lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.