Hadiri KTT Asean, Prabowo Tegaskan Pentingnya Persatuan Asean
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpu
Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan saat Matahari tenggelam di pemecah ombak Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, belum lama ini./Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga DIY masih dibolehkan untuk berwisata di destinasi wisata yang masih dalam DIY tanpa harus menunjukan surat hasil tes Covid-19 seperti GeNose, antigen, atau tes PCR. Syaratnya wisatawan harus menjaga protokol kesehatan dan diharapkan membeli tiket atau retribusi melalui aplikasi Visiting Jogja.
“Wisatawan [luar DIY] yang lolos penyekatan [ketika mau berwisata di DIY] wajib menunjukan surat sehat. [kalau wisatawan]. Dalam DIY tidak perlu [menunjukan surat sehat],” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja, dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Senin (11/5/2021).
BACA JUGA: Ratusan Pemudik Masuk Jogja, Langsung Isolasi Mandiri
Singgih mengatakan adanya larangan mudik antar daerah maupun mudik lokal membuatnya mengoptimalisasikan wisatawan lokal DIY. Dia memastikan semua destinasi wisata di DIY dibuka saat libur lebaran, kecuali destinasi wisata yang ada di zona merah dan oranye. Namun sejauh ini diakuinya belum ada daftar destinasi wisata yang masuk zona oranye dan merah.
Kendati semua destinasi wisata dibuka, protokol kesehatan tetap menjadi yang utama, memstikan tidak ada kerumunan dalam destinasi wisata dan membatasi jumlahnya maksimal 50% dari total kapasitas. “Kami prioritaskan wisatawan dalam DIY,” ujar Singgih.
Selama libur Lebaran di tengah larangan mudik, pihaknya juga menginstruksikan kepada semua semua pengelola destinasi wisata untuk tidak menggelar kegiatan atau event karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Sementara jam operasional destinasi wisata dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.
BACA JUGA: Disnaker Sleman Terima 44 Aduan THR
Pihaknya akan menerjunkan tim khusus monitoring destinasi wisata selama libur lebaran ini untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan sebagaimana mestinya, mulai dari pemeriksaan suhu, penyediaan tempat cuci tangan, pengenaan masker, dan jarak antar wisatawan.
Selama masa pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata DIY juga tidak menargetkan berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY, “Targetnya lebih menekankan kesehatan menumbuhkan iklim pariwisata sehat,” kata Singgih.
Dia juga memastikan akan menutup destinasi wsiata yang dikelola pemerintah maupun swasta jika diketahui ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan, “Kalau ada kerumunan akan ditutup destinasi wisatanya,” ujar Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN yang digelar di Kuala Lumpu
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.