PKS Bantul Beri Penghargaan Ibu Inspiratif di Hari Ibu 2025
PKS Bantul memberikan penghargaan kepada ibu-ibu inspiratif dan tangguh dalam rangka peringatan Hari Ibu 2025.
Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan saat Matahari tenggelam di pemecah ombak Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, belum lama ini./Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga DIY masih dibolehkan untuk berwisata di destinasi wisata yang masih dalam DIY tanpa harus menunjukan surat hasil tes Covid-19 seperti GeNose, antigen, atau tes PCR. Syaratnya wisatawan harus menjaga protokol kesehatan dan diharapkan membeli tiket atau retribusi melalui aplikasi Visiting Jogja.
“Wisatawan [luar DIY] yang lolos penyekatan [ketika mau berwisata di DIY] wajib menunjukan surat sehat. [kalau wisatawan]. Dalam DIY tidak perlu [menunjukan surat sehat],” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja, dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Senin (11/5/2021).
BACA JUGA: Ratusan Pemudik Masuk Jogja, Langsung Isolasi Mandiri
Singgih mengatakan adanya larangan mudik antar daerah maupun mudik lokal membuatnya mengoptimalisasikan wisatawan lokal DIY. Dia memastikan semua destinasi wisata di DIY dibuka saat libur lebaran, kecuali destinasi wisata yang ada di zona merah dan oranye. Namun sejauh ini diakuinya belum ada daftar destinasi wisata yang masuk zona oranye dan merah.
Kendati semua destinasi wisata dibuka, protokol kesehatan tetap menjadi yang utama, memstikan tidak ada kerumunan dalam destinasi wisata dan membatasi jumlahnya maksimal 50% dari total kapasitas. “Kami prioritaskan wisatawan dalam DIY,” ujar Singgih.
Selama libur Lebaran di tengah larangan mudik, pihaknya juga menginstruksikan kepada semua semua pengelola destinasi wisata untuk tidak menggelar kegiatan atau event karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Sementara jam operasional destinasi wisata dibatasi sampai pukul 21.00 WIB.
BACA JUGA: Disnaker Sleman Terima 44 Aduan THR
Pihaknya akan menerjunkan tim khusus monitoring destinasi wisata selama libur lebaran ini untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan sebagaimana mestinya, mulai dari pemeriksaan suhu, penyediaan tempat cuci tangan, pengenaan masker, dan jarak antar wisatawan.
Selama masa pandemi Covid-19, Dinas Pariwisata DIY juga tidak menargetkan berapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY, “Targetnya lebih menekankan kesehatan menumbuhkan iklim pariwisata sehat,” kata Singgih.
Dia juga memastikan akan menutup destinasi wsiata yang dikelola pemerintah maupun swasta jika diketahui ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan, “Kalau ada kerumunan akan ditutup destinasi wisatanya,” ujar Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menpar Widiyanti mendorong pariwisata berkelanjutan dan tangguh dalam Sidang UN Tourism Executive Council di Spanyol.
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 13 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Pemkab Kulonprogo melanjutkan gerakan korve dengan membersihkan Pasar Jombokan. Kegiatan melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.
Badan Geologi mempertahankan status Gunung Soputan Level II Waspada dan meminta masyarakat menjauhi radius 1,5 kilometer dari kawah.