Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Ilustrasi/JIBI-Solopos
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul memastikan tidak ada layanan administrasi kependudukan selama libur Lebaran. Pelayanan akan kembali dibuka mulai Senin (17/5/2021).
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarjo mengatakan layanan administrasi kependudukan dihentikan pada saat cuti bersama dan libur Lebaran. Tidak adanya pelayanan berlaku mulai Rabu (12/5/2021) sampai Jumat (14/5/2021). “Sabtu-Minggu libur seperti biasa. Jadi, layanan kembali dibuka mulai Senin [17/5] mendatang,” katanya, Rabu.
Menurut dia, kebijakan tidak membuka layanan saat libur lebaran bukan menjadi persoalan. Keputusan ini sudah melalui berbagai pertimbangan, salah satunya disesuaikan dengan kebijakan nasional tentang libur Idulfitri yang diperpendek dan larangan mudik guna mengurangi risiko penularan virus Corona. “Jadi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Lebaran ini tidak membuka layanan administrasi kependudukan,” katanya.
Hal berbeda terjadi di lingkup layanan kesehatan untuk masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan layanan gawat darurat dan rawat inap di puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari tetap buka selama libur lebaran. “Saya sudah cek dan semua siap memberikan layanan. Meski ada libur, kami tidak ingin ada pasien yang telantar karena tidak mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.
Menurut dia, layanan kesehatan tidak hanya dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit. Pasalnya, pemkab juga selalu siapsiaga dengan unit Gunungkidul Emergency Service (GES) layanan ini dipersiapkan untuk penanganan keadaan gawat darurat di masyarkat. “Mudah-mudahan tidak ada masalah, tapi kami tetap siap siaga dengan unit layanan yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Sebanyak 12 KDMP Bantul ditargetkan siap beroperasi 1 November 2026. Pemkab juga mempercepat pembangunan 30 unit lainnya.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.