Data Terbaru Covid-19 di Sleman: 2 Kapanewon Zona Merah, 12 Oranye, Ini Datanya!

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
17 Mei 2021 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemkab Sleman memastikan hingga saat ini belum ada kecamatan atau kapanewon di wilayah ini yang berhasil masuk zona hijau penularan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyatakan berdasarkan peta epidemologi Covid-19 per 15 Mei 2021, belum ada kapanewon di Sleman yang masuk zona hijau. Meski demikian, saat ini jumlah kapanewon yang masuk zona merah berkurang drastis dari sebelumnya sembilan kapanewon saat ini tinggal dua kapanewon saja.

Kapanewon zona merah berada di Moyudan dan Mlati. Adapun kapanewon zona oranye tercatat 12 lokasi meliputi Gamping, Godean, Minggir, Seyegan, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Sleman, Tempel, Turi dan Pakem. Sementara zona kuning di berada di tiga kapanewon meliputi Kapanewon Cangkringan, Ngemplak dan Ngaglik.

BACA JUGA: Dikira Meninggal dan Siap Dikremasi, Pasien Covid-19 Tiba-Tiba Hidup Lagi

Peta epidemologi ini, kata Joko, sangat dinamis dan tergantung dari munculnya kasus baru di masing-masing kapanewon. Dinkes akan terus mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan Cita Mas Jajar (mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak minimal 1,5 meter).

"Jangan lupa meskipun sudah pakai masker dan cuci tangan, kalau berkerumun risiko tertular tetap sangat tinggi. Kasus di Sleman dan DIY masih tinggi, penularan masih terjadi, artinya masih banyak orang mengidap virus Corona tapi asimtomatik alias OTG," kata Joko, Senin (17/5/2021).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Savitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Satgas Covid-19 DIY per 17 Mei terjadi penambahan jumlah kasus baru Covid-19 sebanyak 47 kasus dengan 21 kasus sembuh. Adapun kasus kematian bertambah tiga kasus dari sebelumnya 435 kasus menjadi 438 kasus. "Kami tetap berharap agar masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan baik," katanya.