Operasi Patuh Progo 2026 Dimulai, 12 Pelanggaran Jadi Sasaran
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul bakal lakukan pemetaan kesehatan siswa pascalebaran. Pemetaan kesehatan warga sekolah memang jadi salah satu poin dalam Daftar Periksa Kesehatan (DPK) sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko menyampaikan akan tetap melanjutkan uji coba Layanan Konsultasi Pelajar (LKP) pascalebaran. Adapun LKP merupakan program uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi SD dan SMP di Bantul, siswa masuk 30 persen yang terbagi dalam kelompok kecil. Akan tetapi pascalebaran pemetaan kesehatan warga sekolah bakal kembali dilakukan melalui pendataan.
BACA JUGA : Bantul Lakukan Akselerasi PTM, Sekolah Harus Penuhi DPK
"Kami sudah sampaikan kepada sekolah-sekolah, bahwa ketentuan pemetaan tersebut masuk dalam DPK," tuturnya Selasa (18/5/2021).
Pemetaan warga sekolah meliputi banyak hal, salah satunya bila siswa atau keluarga yang tinggal satu rumah pergi keluar daerah atau mudik, maka siswa tersebut tidak diperkenankan masuk sekolah mengikuti LKP. Begitupun bila rumah siswa yang bersangkutan dijadikan sasaran mudik, siswa tersebut juga tidak boleh ikut LKP sementara waktu.
"Kita sudah menyampaikannya sejak kemarin. Jadi termasuk saat ini juga, kalau nanti ada keluarga dari luar daerah masuk, itu juga anak tersebut enggak masuk. Tapi sekolah tetap berjalan," tegasnya.
BACA JUGA : Sebelum Lakukan PTM, SMK di Bantul Berkali-kali
Siswa yang mudik atau jadi sasaran mudik, disebutkan Isdarmoko tidak boleh mengikuti LKP selama 14 hari. Selama waktu tersebut siswa mengikuti pembelajaran secara daring.
Sampai kini Isdarmoko belum menerima laporan ada siswa yang mudik atau jadi sasaran mudik. "Belum ada, nanti segera saya tanyakan lagi," ujarnya.
Isdarmoko berharap orang tua dan siswa jujur saat dilakukan pendataan pemetaan kesehatan. "Harapannya ya tidak ada penyebaran LKP bisa berjalan normal. Karena kemarin kita juga hati-hati kalau menerima tamu dari luar daerah khususnya dari zona merah nanti itu kan berisiko," ujarnya.
Saat ini LKP masih masuk libur lebaran. Sejumlah SD dan SMP yang mengikuti LKP baru akan masuk kembali pada 19 Mei 2021.
Di sisi lain, sejumlah sekolah percontohan PTM di DIY juatru libur dua pekan pascalebaran. Kebijakan itu diambil guna memastikan tak ada sebaran di sekolah pascalebaran. Kepala Sekolah SMKN 1 Bantul, Mujari yang menjadi salah satu sekolah percontohan mendukung kebijakan libur dua pekan pasca lebaran.
BACA JUGA : PTM di Bantul, Meja Kursi Siswa Makin Direnggangkan
"Kebijakannya bagus, karena kita kan harus tahu persis kondisi di lapangan," tuturnya.
"Jadi sebelum nanti diberlakukan lagi sekolah tatap muka sebagai percontohan ya kita melihat dulu kondisi di luar. Kalau memang kondisi di luar bagus, no problem [PTM] ya jalan terus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 30 Oktober 2026. Cek enam jadwal pergi-pulang dan tarif Rp12.000 sekali jalan.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Jumat, 30 Oktober 2026. Cek jam keberangkatan dan tarif ke Obelix Sea View serta Pantai Drini.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk 5 rute dengan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.