Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021)-Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY memastikan sudah mendapat kiriman vaksin AstraZeneca sebanyak 7.500 dosis dan siap digunakan untuk vaksinasi massal dalam waktu dekat. Pada sisi lain vaksin Sinovac juga masih tersedia beberapa ribu dosis.
“Stok 7.500 dosis [AstraZeneca] untuk dosis pertama, Sinovac tinggal berapa ribu ya untuk dosis kedua [yang sebelumnya mendapat vaksin pertama Sinovac],” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Sabtu (22/5/2021).
BACA JUGA : Ahli Sebut Vaksin AstraZeneca Tak Boleh untuk Usia di Bawah 30 Tahun
Dia juga memastikan AstraZeneca yang dikirim ke DIY bukan termasuk Astrazeneca yang dipending oleh Kementerian Kesehatan. Menurutnya, AstraZeneca yang dipending Kementerian Kesehatan merupakan AstraZeneca batch atau kumpulan produksi CTMAV547. Vaksin tersebut baru dikirimkan ke Manado dan DKI Jakarta yang dilaporkan terjadi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi atau KIPI. Sementara DIY tidak termasuk di dalamnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan keamanan vaksin AstraZeneca yang digunakan di DIY.
Rencananya vaksin AstraZeneca akan digunakan untuk vaksinasi massal dosis pertama yang akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan swasta di Jogja Exspo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, dalam waktu dekat.
BACA JUGA : Vaksin Astrazeneca Mulai Digunakan di Gunungkidul
Sejauh ini diakuinya belum ada masyarakat yang mendapakkan suntikan vaksin AstraZeneca kecuali untuk TNI-Polri dan selama ini juga tidak ada laporan KIPI. Dia mengatakan AstraZeneca yang dikirim ke DIY sudah mendapat jaminan dari Kementerian Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Namun demikian, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya KIPI, dia meminta masyarakat untuk jujur saat skrining vaksinasi Covid-19.
“Kalau misalnya ada keluhan-keluhan pada seseorang, pada saat mengisi data ya harus jujur misalnya penyintas yang belum tiga bulan ya sampaikan bahwa saya kena positif belum tiga bulan ,nanti dokter yang memutuskan, tensi saya tinggi, saya punya riwayat sakit gula, misalnya begitu. Itu enggak usah dirahasiakan, itu disampaikan saja, itu untuk mengurangi resiko,” tandas Baskara Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.