7.500 Dosis AstraZeneca Siap Digunakan untuk Vaksinasi Massal di DIY

Vaksinasi massal di Pasar Beringharjo, Senin (1/3/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
22 Mei 2021 14:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY memastikan sudah mendapat kiriman vaksin AstraZeneca sebanyak 7.500 dosis dan siap digunakan untuk vaksinasi massal dalam waktu dekat. Pada sisi lain vaksin Sinovac juga masih tersedia beberapa ribu dosis.

“Stok 7.500 dosis [AstraZeneca] untuk dosis pertama, Sinovac tinggal berapa ribu ya untuk dosis kedua [yang sebelumnya mendapat vaksin pertama Sinovac],” kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Sabtu (22/5/2021).

BACA JUGA : Ahli Sebut Vaksin AstraZeneca Tak Boleh untuk Usia di Bawah 30 Tahun

Dia juga memastikan AstraZeneca yang dikirim ke DIY bukan termasuk Astrazeneca yang dipending oleh Kementerian Kesehatan. Menurutnya, AstraZeneca yang dipending Kementerian Kesehatan merupakan AstraZeneca batch  atau kumpulan produksi CTMAV547. Vaksin tersebut baru dikirimkan ke Manado dan DKI Jakarta yang dilaporkan terjadi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi atau KIPI. Sementara DIY tidak termasuk di dalamnya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait dengan keamanan vaksin AstraZeneca yang digunakan di DIY.

Rencananya vaksin AstraZeneca akan digunakan untuk vaksinasi massal dosis pertama yang akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan swasta di Jogja Exspo Center (JEC) Banguntapan, Bantul, dalam waktu dekat.

BACA JUGA : Vaksin Astrazeneca Mulai Digunakan di Gunungkidul

Sejauh ini diakuinya belum ada masyarakat yang mendapakkan suntikan vaksin AstraZeneca kecuali untuk TNI-Polri dan selama ini juga tidak ada laporan KIPI. Dia mengatakan AstraZeneca yang dikirim ke DIY sudah mendapat jaminan dari Kementerian Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Namun demikian, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya KIPI, dia meminta masyarakat untuk jujur saat skrining vaksinasi Covid-19.

“Kalau misalnya ada keluhan-keluhan pada seseorang, pada saat mengisi data ya harus jujur misalnya penyintas yang belum tiga bulan ya sampaikan bahwa saya kena positif belum tiga bulan ,nanti dokter yang memutuskan, tensi saya tinggi, saya punya riwayat sakit gula, misalnya begitu. Itu enggak usah dirahasiakan, itu disampaikan saja, itu untuk mengurangi resiko,” tandas Baskara Aji.