Vaksin Astrazeneca Mulai Digunakan di Gunungkidul

Ilustrasi. - Freepik
19 Mei 2021 17:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul mulai menggunakan vaksin dari Astrazenca.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Gunungkidul Abdul Azis mengatakan vaksin yang digunakan tidak hanya Sinovac. Vaksin Astrazeneca juga mulai dipergunakan kepada calon penerima vaksin di Gunungkidul. “Hari ini [kemarin] sudah mulai dipergunakan di puskesmas-puskesmas,” kata Azis kepada wartawan, Rabu.

BACA JUGA: Kekerasan Jalanan di Sleman Libatkan Ormas, Satu Orang Tewas

Dia menjelaskan, di tahap awal, Gunungkidul mendapatkan jatah vaksin 10.004 dosis dan cukup untuk vaksinasi bagi 10.000 orang.  Rentang waktu penyuntikan Astrazeneca lebih lama karena jaraknya selama tiga bulan dari penyuntikan pertama. “Kalau Sinovac rata-rata dua minggu,” ungkapnya.

Ia memastikan tidak ada masalah penggunaan vaksin Astrazaneza di Gunungkidul. Hal ini dikarenakan yang digunakan memiliki seri yang berbeda dengan yang dihentikan oleh Pemerintah Pusat.

“Yang dihentikan adalah Astrazeneca no batch CTMAV 547, sedangkan yang kami pakai jenis Astrazeneca no bath CTMAV 548 sehingga tidak ada masalah sehingga vaksinasi terus dilaksanakan,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, vaksinasi masih terus berjalan. “Vaksinasi juga sudah menyasar untuk kelompok lansia,” kata Dewi.

Sasaran vaksinasi di Gunungkidul mencapai 70% populasi penduduk di Gunungkidul. Sekarang sudah ada sekitar 48.000 warga yang divaksinasi. “Kelancaran vaksinasi juga sangat bergantung dengan distribusi dari pemerintah karena pemkab tidak bisa melakukan pengadaan,” katanya.